Jakarta – TNI menegaskan komitmennya dalam mendukung pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Hal ini disampaikan Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Rio Firdianto, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Karhutla di Balai Serindit, Rumah Dinas Gubernur Riau, Pekanbaru, Rabu (23/7/2025).
Sebagai bentuk kesiapannya, Kodam I/BB mengerahkan jajaran Korem 031/Wira Bima dan menyiapkan 920 prajurit sebagai Satuan Tugas Darat yang akan bersinergi dengan BNPB, BPBD, Polda Riau, serta unsur terkait lainnya. Seluruh kekuatan TNI di wilayah Riau dilibatkan dalam strategi pencegahan, penanganan, hingga mitigasi Karhutla.
“Mudah-mudahan dukungan kami bermanfaat. Kami berharap masyarakat ikut bersama-sama menciptakan Riau bebas asap,” tegas Mayjen TNI Rio Firdianto.
Menkopolhukam Budi Gunawan dalam forum tersebut menekankan bahwa Karhutla berdampak besar terhadap keamanan nasional, kesehatan, dan ekonomi masyarakat, sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang cepat dan terintegrasi.
Menteri LHK, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., dan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, turut menegaskan pentingnya optimalisasi teknologi pemantauan, patroli udara, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran. Langkah mitigasi juga didorong melalui sistem peringatan dini (Early Warning System) dan edukasi masyarakat.
Secara terpisah, Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan bahwa TNI siap mengambil peran aktif sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
“Perbantuan TNI dalam Karhutla sesuai Pasal 7 ayat (2) huruf b angka 9, yaitu membantu tugas pemerintah daerah. Penanganan Karhutla bukan hanya memadamkan api, tapi menjaga keberlangsungan hidup, lingkungan, dan masa depan generasi muda,” tegas Kapuspen TNI dari Mabes TNI Cilangkap, Jumat (25/7/2025).
Autentikasi: Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi







