Denpasar – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus diperkuat melalui langkah konkret di lapangan. Sinergitas antara aparat TNI-Polri bersama unsur desa kembali ditunjukkan dalam kegiatan penertiban administrasi penduduk non permanen (Tibduktang) yang digelar di wilayah Banjar Taman Yangbatu, Jalan Kapten Japa, Desa Dangri Kelod, Denpasar Timur, Senin malam (13/04/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Dangri Kelod Aiptu Suwandono bersama Babinsa Serda Kadek Sudiantara dengan melibatkan perangkat desa, Pecalang Banjar Taman, Linmas, serta unsur masyarakat setempat. Operasi ini menyasar warga pendatang yang menetap sementara, khususnya yang belum melengkapi dokumen administrasi kependudukan.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan identitas serta pendataan secara menyeluruh terhadap penghuni rumah kos dan tempat tinggal sementara lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi preventif untuk meminimalisir potensi gangguan kamtibmas yang kerap berawal dari lemahnya pengawasan administrasi penduduk non permanen.
Selain pendataan, aparat juga memberikan edukasi langsung kepada para pendatang terkait pentingnya tertib administrasi. Warga diimbau untuk segera mengurus Surat Tanda Lapor Diri (STLD) serta melengkapi dokumen identitas sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Tidak hanya itu, masyarakat juga diajak berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan melalui deteksi dini dan pelaporan apabila menemukan hal mencurigakan.
Dari hasil kegiatan, tercatat sebanyak 11 warga pendatang dari luar Bali berhasil didata, terdiri dari 7 laki-laki dan 4 perempuan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif hingga berakhir sekitar pukul 21.00 WITA.
Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan Tibduktang merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pengawasan wilayah berbasis kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, aparat desa, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus tertib secara administrasi.
“Kami tidak hanya fokus pada penegakan, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis melalui edukasi dan pembinaan. Dengan demikian, diharapkan seluruh penduduk, baik warga lokal maupun pendatang, dapat berkontribusi dalam menjaga kondusivitas wilayah,” tegasnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa penguatan kamtibmas tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan pengawasan yang konsisten dan kolaboratif, wilayah Denpasar Timur diharapkan tetap aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warganya.
(Redaksi)








