Surabaya – Dalam semangat memperingati Hari Pahlawan sekaligus mengenang kiprah “Si Burung Merak” WS. Rendra, Forum Pegiat Kesenian Surabaya (FPKS) kembali menggelar acara “Surabaya Hari Ini” ke-5 dengan tema Satu Jalan Perjuangan: Merayakan Hari Pahlawan Sekaligus Merayakan WS. Rendra. Acara ini akan berlangsung pada Minggu (10/11/2025), pukul 16.00–21.00 WIB, di Teras Dewan Kesenian Surabaya, Kompleks Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo No. 15 Surabaya.
Koordinator FPKS, Jil Kalaran, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih sebagai refleksi untuk membaca ulang makna kepahlawanan masa kini. “Sudah saatnya nilai kepahlawanan bergeser dari perlawanan bersenjata menjadi perlawanan kultural, melawan sikap abai terhadap nilai dan warisan budaya,” ujarnya.
Menurutnya, WS. Rendra layak disebut pahlawan kebudayaan berkat dedikasinya memperjuangkan kemanusiaan melalui karya sastra dan teater. Sebagai pendiri Bengkel Teater pada 1967 di Yogyakarta, Rendra turut merevolusi dunia seni pertunjukan Indonesia dan melahirkan banyak dramawan besar yang mewarnai teater modern tanah air.
“Siapa pun yang menjaga nilai, bahasa, dan jati diri bangsa di tengah arus global yang seragam dan cepat lupa adalah pahlawan. Bisa seniman, guru, atau anak muda yang menghidupkan kembali tradisi lewat karya digital,” tambah Jil.
Acara “Surabaya Hari Ini #5” terbagi dalam dua sesi pertunjukan. Sesi pertama (16.00–17.30) menampilkan karya dari Rumah Kreatif binaan Disbudporapar Kota Surabaya, mulai dari anak-anak hingga remaja. Rumah Kreatif ini menjadi wadah pembinaan seni warga Surabaya dengan 13 kursus gratis yang terbuka untuk umum.
Sesi kedua (19.00–21.00) akan menampilkan beragam penampil lintas usia dan latar belakang, di antaranya Vokal Grup Rumah Kreatif, Aska Haydarrahman (penyandang disabilitas inspiratif), Reza Haris (mahasiswa tafsir hadis sekaligus penyair muda), serta Galuh Kinasih (mahasiswi Ilmu Komunikasi Unair).
Selain itu, Sekolah Tinggi Kesenian Wiwatikta (STKW) Surabaya di bawah bimbingan Deny Tri Aryanti akan turut memeriahkan acara, bersama Miracle Band pimpinan Hari TJ melalui proyek kolaboratif Sahabat Indonesia Satu yang mengusung pesan persatuan melalui musik.
Penampilan spesial juga datang dari Mukhsin Amar, musisi sekaligus pelukis, serta Ketua DKS Chrisman Hadi. Kolaborasi “Desemba & Brothers” yang digawangi Desemba Sagita, Arul Lamandau, Heru Prasentyono, dan Widodo Basuki akan membacakan karya-karya WS. Rendra sebagai penghormatan atas dedikasinya di dunia seni.
“Kota Surabaya harus terus dinyatakan melalui kegiatan keseniannya yang tumbuh subur dari waktu ke waktu,” pungkas Jil.
(Redho)








