Ganesha Abadi – Progres pembangunan Masjid Jabal Fattah memasuki hari kedua dengan semangat gotong royong yang tak pernah surut. Di bawah kepemimpinan Ketua Taklim, Nursalim Turatea, warga setempat bekerja bahu-membahu dari pagi hingga sore demi mewujudkan tempat ibadah yang lebih baik.
Hari ini, panitia pembangunan kembali memastikan kelancaran pekerjaan dengan mendatangkan berbagai bahan material. Pasir, semen, batako, hingga paku tiba di lokasi berkat koordinasi tim logistik yang dipimpin Arianto Harahap dan Muhammad Kristanto. Kerja keras mereka memastikan seluruh kebutuhan terpenuhi tepat waktu, sehingga proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Tidak hanya para lelaki yang bekerja di lapangan, ibu-ibu setempat juga turut memberikan kontribusi besar. Mereka dengan antusias menyuplai konsumsi seperti teh, kopi, kopi susu, makanan ringan, hingga kue tradisional untuk para pekerja. Abdul Rahman, salah seorang warga yang membantu, mengungkapkan rasa bangganya terhadap kekompakan masyarakat. “Gotong royong ini tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga mempererat hubungan di antara kami,” ujarnya.
Suparno, tokoh masyarakat setempat, menegaskan bahwa pembangunan Masjid Jabal Fattah telah menjadi simbol persatuan warga. “Melihat antusiasme yang luar biasa ini, saya yakin masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan yang menyatukan masyarakat,” katanya.
Jomi, salah satu pemuda yang aktif dalam pembangunan, mengapresiasi kepemimpinan Nursalim Turatea. Menurutnya, keberhasilan proyek ini tidak terlepas dari koordinasi dan motivasi yang diberikan oleh sang ketua. “Beliau menciptakan suasana kekeluargaan yang membuat semua orang merasa terlibat dan tidak terbebani,” tambahnya.
Pembangunan Masjid Jabal Fattah bukan hanya tentang membangun fisik tempat ibadah, tetapi juga membangun kebersamaan dan mempererat ikatan sosial. Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, diharapkan masjid ini dapat segera selesai dan menjadi kebanggaan bersama seluruh masyarakat.
(Nursalim Turatea)







