Banyuwangi – Suasana haru dan kebersamaan mewarnai acara santunan anak yatim piatu di Masjid Nurul Huda, Dusun Secawan Selatan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Dibanding tahun sebelumnya, kegiatan tahun ini berlangsung lebih meriah dengan antusiasme jamaah yang memadati lokasi acara. Rabu 24 Juni 2026
Kehadiran kaum ibu-ibu mendominasi keramaian, menunjukkan kepedulian sosial masyarakat Secawan Selatan terhadap anak-anak yatim piatu terus tumbuh.
Kehadiran Jamaah Membludak, Semangat Berbagi Menguat
Sejak pagi, area masjid yang disediakan panitia sudah dipenuhi warga. Panitia mencatat jumlah jamaah yang hadir tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun lalu. Antusiasme tersebut dinilai sebagai wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap anak yatim piatu di lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah tahun ini jamaah yang datang luar biasa, terutama ibu-ibu. Ini bukti gotong royong warga Secawan Selatan masih kuat,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Ketua Panitia dan Ustadz Sukron Makmur: Harap Santunan Tahun Depan Lebih Besar
Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan jamaah yang telah menyukseskan acara. Ia berharap kegiatan serupa bisa menjadi agenda rutin tahunan yang terus berkembang.
Ustadz Sukron Makmur selaku mubaligh juga memberikan tausiyah sekaligus harapan untuk tahun mendatang.
“Dengan adanya acara santunan anak yatim piatu Dusun Secawan Selatan ini, kami berharap di tahun akan datang acara santunan bisa lebih besar lagi daripada tahun sekarang. Semoga berkah untuk semua yang berpartisipasi,” ungkapnya.
Pesan tersebut mendapat sambutan positif dari jamaah yang hadir.
Santunan sebagai Pilar Kepedulian Sosial Masyarakat
Santunan anak yatim piatu bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengamalan ajaran agama dan penguatan solidaritas sosial. Masjid Nurul Huda Secawan Selatan membuktikan perannya sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus penggerak kepedulian sosial.
Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi menilai, meningkatnya antusiasme warga menjadi indikator positif tumbuhnya budaya berbagi di Kecamatan Kabat. Tradisi ini diharapkan terus dijaga dan ditingkatkan agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh anak-anak yang membutuhkan.
(Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi)







