SUMENEP, 13 AGUSTUS 2026 – Alokasi bantuan keuangan untuk pembangunan kandang dan penggemukan sapi lokal di Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, senilai Rp1.500.000.000 Tahun Anggaran 2026 kini semakin mencuat kejanggalannya. Terungkap bahwa anggaran besar tersebut diduga berasal dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang, yang bersangkutan juga tercatat sebagai pengurus kelompok penerima manfaat.
Bantuan yang disalurkan kepada Kelompok Tani Tiga Berlian ini tercatat dikelola atas nama Badrul Aini. Fakta bahwa yang bersangkutan adalah wakil rakyat yang usulkan dan awasi anggaran, namun sekaligus menjadi pihak yang mengelola dana tersebut, memperkuat dugaan benturan kepentingan yang sangat nyata.
NILAI YANG JAUH DARI KEWAJARAN
Perbandingan dengan kegiatan serupa di daerah lain semakin memperjelas ketidakwajaran:
– Di Desa Rubaru, pengeboran dan jalan usaha tani masing-masing hanya dialokasikan Rp100 juta
– Selisih belasan kali lipat ini memicu dugaan kuat rekayasa spesifikasi, harga satuan, hingga penetapan penerima yang tidak melalui mekanisme wajar
📢 TUNTUTAN LSM MADAS SEDARAH
KETUA LSM MADAS Sedarah Samsu’din alias Joko Meleng menegaskan
“Pokir adalah aspirasi rakyat, bukan hak pribadi anggota dewan untuk dikelola sendiri. Jika yang mengajukan, menyetujui, sekaligus mengelola adalah orang yang sama, maka di mana letak pengawasannya? Uang rakyat bukan alat untuk menguntungkan diri sendiri atau golongan.”
Pihaknya menuntut instansi terkait segera membuka secara transparan:
✅ Asal usul dan dasar penetapan anggaran Pokir tersebut
✅ Kelengkapan dokumen perencanaan, spesifikasi, dan perhitungan biaya
✅ Mekanisme pemilihan kelompok penerima
✅ Bukti bebas benturan kepentingan dari pihak anggota dewan yang bersangkutan
Masyarakat berhak tahu: Apakah benar ini murni untuk kepentingan petani luas, atau sekadar memutar uang rakyat kembali ke lingkaran kekuasaan?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari anggota dewan maupun instansi terkait. Redaksi akan terus mengawal perkembangan ini.
(Yadi/redaksi)







