BANYUWANGI – Momentum Idul fitri memang sangat istimewa bagi masyarakat Indonesia. Mereka mewujudkan hari kemenangan dengan berbagi kebahagian, dan membangun persaudaraan. Satukan tangan satukan hati saling memaafkan dihari yang Idul Fitri ini,
“Idul Fitri sebagai momentum merayakan kemenangan diisi dengan berbagai kegiatan persaudaraan dan berbagi ke sesama memberikan persatuan dan kesatuan bangsa.
Sungkeman sebagai ekspresi bakti pada kedua orang tua atau mbah atau buyut. Idul fitri momen membangun keharmonisan kekeluargaan dan hubungan sosial kemanusiaan. dan meningkatkan kwalitas beribadah,
Lebih lanjut Nur kholis menambahkan tradisi Reuni keluarga merupakan pondasi bangunan bermasyarakat dan bernegara. Tradisi tersebut menjadi perekat sosial kemasyarakatan sehingga tumbuh kepedulian yang dimulai dari ikatan keluarga.
“Tatanan keluarga memberi sumbangsih pada tatanan berbangsa dan bernegara. Keluarga yang harmonis, bahagia dan sejahtera menjadi tolak ukur negara makmur, damai dan kuat. Seperti yang dilaksanakan oleh keluarga besar Bani Musdarun Minggu (21/04/2024)
Semua dzuriyah keluarga besar Bani Musdarun berkumpul dalam acara Reuni dilaksanakan di desa Jambewangi kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Alhamdulillah 99% semua datang dan kompak,” papar Nur Kholis,
“Sebagaimana yang di ketahui Keluarga besar Bani Musdarun memberi perhatian kepada keluarga yang perlu diberi perhatian, Para dzuriyah. Reoni keluarga berdampak pula pada kerja sama antar keluarga di bidang ekonomi serta kemaslahatan umat.
Kegiatan tahunan yang produktif tersebut sebagai bukti nyata bakti para cicit, cucu dan anak berbakti para buyut, mbah dan orang tuanya. Bakti kepada orang tua, mbah dan buyut merupakan jalan mudah menuju surga Alloh Ta’ala,” papar Nur Kholis,
Menambahkan bahwa setiap ikatan keluarga biasanya ada keretakan bahkan pisah kekerabatan karena berbagai faktor. Memperbaiki kekerabatan dari keretakan bukan perkara mudah, sangat dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan.
“Membangun ikatan kekerabatan agar tiada retak dan jika sudah retak jadi satu kembali dapat ditempuh ada sosok perekat yang gemar silaturahmi nyambung kekerabatan, ini langkah pertama. Langkah kedua adalah keluarga besar gemar infaq dan shodaqoh kemudian dikumpulkan bersama. Hasil jariyah diberikan pada kerabat yang sedang retak atau pisah. Beri mereka hadiah. Langkah ketiga, Reoni dan Halal Bihalal ditempatkan di kediaman keluarga yang retak atau pisah agar diberi kehormatan sebagai shohibul bait. Dan langkah yang keempat adalah saling mendo’akan. Beri do’a surat al fatihah dan do’a kelembutan setiap kerabat. Do’a akan berdampak mewujudkan keutuhan keluarga,” jelas Nur Kholis.
(Red)








