Aceh — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri kembali menegaskan peran kemanusiaannya dengan menghadirkan layanan kesehatan terpadu bagi masyarakat terdampak bencana alam di berbagai wilayah Provinsi Aceh.
Sebagai bentuk respons cepat dan nyata pascabencana, Pusdokkes Polri menerjunkan tim dokter dan tenaga kesehatan profesional ke sejumlah kabupaten, meliputi Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, hingga Bener Meriah. Tim medis disebar ke lokasi pengungsian, permukiman warga, hingga wilayah pelosok guna memastikan layanan kesehatan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan.
Bakti kesehatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat, khususnya di masa darurat bencana yang rawan menimbulkan krisis kesehatan lanjutan.
Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan dan pemberian obat-obatan, penanganan luka ringan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan guna mencegah munculnya penyakit pascabencana seperti infeksi saluran pernapasan, diare, dan penyakit kulit.
Kepala Pusdokkes Polri melalui Kabid Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si., menjelaskan bahwa pengerahan tim medis dilakukan secara terencana dan bertahap untuk menjamin keberlangsungan layanan kesehatan di wilayah terdampak.
“Pusdokkes Polri bersama Biddokkes Polda Aceh telah menurunkan 191 dokter dan tenaga kesehatan yang terbagi dalam tiga gelombang penugasan, dengan fokus utama menjaga kesehatan masyarakat serta mencegah terjadinya krisis kesehatan pascabencana,” ujar dr. Dafianto.
Ia menambahkan, hingga 7 Januari 2026, tim Pusdokkes Polri telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 25.034 orang, terdiri dari 2.276 personel Polri (PNPP) dan 22.759 warga masyarakat. Layanan juga dipastikan menjangkau daerah-daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akses fasilitas kesehatan.
Pelaksanaan bakti kesehatan ini dilakukan secara terpadu dan bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan setempat, serta relawan, sehingga cakupan pelayanan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak secara optimal.
Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polri menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan, khususnya pada situasi darurat bencana.
“Pusdokkes Polri dan Polda Aceh hadir untuk membantu masyarakat sebagai wujud nyata komitmen Polri dalam melayani dan melindungi,” pungkasnya.
(Red)








