BANYUWANGI – Kegiatan pembangunan jaringan Irigasi merupakan suatu proses yang telah direncanakan secara sistematis mengarah pada kondisi yang lebih baik, Namun karena kurangnya pengawasan membuat pembangunan jaringan irigasi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, Tepatnya di jalan popongan, Dusun Krajan, Benelanlor, Kecamatan. Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jum’at (30/8/2024)
Pelaksana dikerjakan oleh kontraktor atau rekanan yang diduga dalam melaksanakan pembangunan melakukan kecurangan demi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, sehingga dalam melaksanakan pekerjaan melakukan pengurangan volume serta tidak sesuai spesifikasi tehnik dan tidak mengacu kepada juknis yang sudah ditentukan,

Saat awak media di lapangan, terlihat hasil pekerjaan pembangunan jaringan irigasi tidak memperdulikan mutu dan kualitas serta ketahanan bangunan, pondasi dipasang terkesan di siasati, lebar pondasi bawah kecil sedangkan lebar pondasi yang atas besar numpang diatas tanah, biar terkesan pondasi terlihat dari atas tetep kelihatan lebar, diduga pengurangan volume serta melakukan kecurangan dan dianggap perbuatan melawan hukum.
Berdasarkan hasil temuan kami di lapangan diduga kurangnya pengawasan dari teknisi di lapangan yang mendesain perencanaan kualitas dan kuantitas agar pembangunan supaya menjadi lebih Baik, pertanyaannya?, apakah bangunan seperti ini akan bisa bertahan lama,
Saat awak Media berusaha menghubungi ke pihak CV, namun terkesan mengabaikan hingga pemberitaan ini tayang,
(Team/Red)








