Badung, Bali – Komitmen membangun keamanan berbasis partisipasi masyarakat kembali ditegaskan jajaran Polsek Kuta Selatan melalui langkah konkret yang menyentuh langsung kehidupan sosial dan spiritual warga. Unit Binmas turun ke tengah masyarakat Desa Kutuh dengan menggelar kegiatan sambang humanis sekaligus penyaluran sarana kontak (sarkon) kepada komunitas Paibon Pande Banjar Kaja Jati, Sabtu pagi (18/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.45 WITA itu tidak sekadar seremoni, melainkan forum dialog terbuka antara aparat kepolisian dengan tokoh adat dan warga. Hadir dalam kesempatan tersebut Kanit Binmas, Bhabinkamtibmas Desa Kutuh, pemangku setempat, serta krama Paibon Pande yang menyambut penuh kekeluargaan.
Dalam suasana yang sarat nilai kearifan lokal, pesan-pesan kamtibmas disampaikan secara persuasif dan kontekstual. Momentum Hari Raya Tumpek Landep dimaknai sebagai refleksi kolektif untuk mempertajam kesadaran diri, meningkatkan kewaspadaan, serta memperkuat harmoni antara manusia, lingkungan, dan nilai spiritual.
Sebagai bentuk dukungan nyata, jajaran Binmas menyerahkan sejumlah sarana kontak yang memiliki nilai fungsional sekaligus simbolik, di antaranya karpet permadani, tedung putih kuning, dupa harum, serta materi edukasi berupa brosur imbauan kamtibmas. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas keagamaan sekaligus mempererat kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat.
Kapolsek Kuta Selatan, AKP Muhammad Bhayangkara Putra Sejati, S.I.K., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci utama dalam menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan. Ia menilai, keamanan tidak dapat dibangun secara sepihak, melainkan harus bertumpu pada kolaborasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra sosial yang siap mendengar, memahami, dan bergerak bersama masyarakat. Sinergi inilah yang menjadi fondasi utama dalam menjaga kamtibmas tetap kondusif,” tegasnya.
Kegiatan yang berakhir pukul 10.45 WITA tersebut berjalan dengan tertib, aman, dan penuh kehangatan. Lebih dari sekadar agenda rutin, kegiatan ini menjadi cerminan nyata bahwa pendekatan dialogis dan sentuhan sosial-religius mampu memperkuat kepercayaan publik serta membangun ketahanan lingkungan berbasis nilai gotong royong.
(Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi)
Mengabarkan Fakta, Menjaga Integritas, Membangun Negeri








