• REDAKSI
  • KONTAK REDAKSI
  • HAK JAWAB, HAK KOREKSI dan KLARIFIKASI
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • MEDIA GANESHA ABADI TENTANG KEWAJIBAN KONFIRMASI DALAM PEMBERITAAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • PERATURAN INTERNAL PERUSAHAAN MEDIA
  • TENTANG KAMI
  • Visi & Misi GJLI (Gerakan Jurnalis Leader Indonesia)
  • Visi & Misi Media Nasional Ganesha Abadi
Sabtu, Agustus 29, 2026
  • Login
Ganesha Abadi
  • Home
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLRI
  • TNI
  • SOSIAL
  • Portal Berita Lainnya
    • HUKUM
    • PARIWISATA
    • PARLEMEN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • POLITIK
No Result
View All Result
  • Home
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLRI
  • TNI
  • SOSIAL
  • Portal Berita Lainnya
    • HUKUM
    • PARIWISATA
    • PARLEMEN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • POLITIK
No Result
View All Result
Ganesha Abadi
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • TENTANG KAMI
  • LOGIN
Home DAERAH

Polsek Benoa Perketat Pengamanan Kedatangan KM Binaiya, Ratusan Penumpang Tiba di Pelabuhan Benoa

Redaksi <span class="verified-badge"></span> by Redaksi
Agustus 29, 2026
in DAERAH
0
Polsek Benoa Perketat Pengamanan Kedatangan KM Binaiya, Ratusan Penumpang Tiba di Pelabuhan Benoa

DENPASAR – Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa bersama unsur terkait terus memperkuat pengamanan aktivitas kedatangan dan keberangkatan kapal penumpang di Pelabuhan Benoa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas penumpang berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Pengamanan dilakukan saat KM Binaiya yang diageni PT PELNI tiba di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 22.15 WITA. Kapal tersebut datang dari rute Bima–Waingapu dengan membawa sebanyak 1.209 penumpang.

Setibanya kapal di dermaga, personel gabungan langsung melaksanakan pengamanan sekaligus pemeriksaan terhadap para penumpang yang turun beserta barang bawaan mereka. Pemeriksaan dilakukan melalui mesin X-Ray sebagai langkah antisipasi terhadap masuknya barang-barang berbahaya maupun barang yang berpotensi mengganggu keamanan.

Pengamanan melibatkan 19 personel gabungan, terdiri dari Polri, TNI AL, Pelindo, Pelni, dan Karantina. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan barang yang menjadi target operasi (TO), seperti senjata tajam, minuman keras, bahan peledak maupun narkoba, serta tidak ditemukan pelanggaran lainnya. Situasi selama proses kedatangan dan pemeriksaan penumpang berlangsung aman dan kondusif.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., mengatakan pengamanan di kawasan Pelabuhan Benoa merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan aktivitas transportasi laut berjalan dengan tertib.
“Setiap kedatangan kapal penumpang menjadi perhatian kami. Pemeriksaan dilakukan secara humanis namun tetap mengedepankan aspek keamanan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan masuknya barang-barang berbahaya yang dapat mengganggu Kamtibmas,” ujarnya.

Menurutnya, pengamanan tersebut juga dilakukan melalui sinergi dengan seluruh stakeholder di kawasan Pelabuhan Benoa.
“Sinergi antara Polri, TNI AL, Pelindo, Pelni dan instansi terkait sangat penting untuk menciptakan situasi pelabuhan yang aman, nyaman dan kondusif bagi masyarakat,” tambahnya.
Setelah seluruh rangkaian aktivitas kedatangan dan pelayanan penumpang selesai, KM Binaiya dijadwalkan kembali berangkat pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 07.00 WITA dengan tujuan Bima–Waingapu. (Tim Redaksi)

Post Views: 26
Baca Juga  Babinsa dan Masyarakat Sragen Gotong Royong Membangun Rumah Warga
Previous Post

Sampaikan Imbauan Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Kelurahan Benoa Laksanakan Sambang Dialogis dengan Security

Next Post

Sambang Yayasan Bina Ilmu Bali, Bhabinkamtibmas Edukasi Warga Manfaatkan Call Center Polri 110

Redaksi <span class="verified-badge"></span>

Redaksi <span class="verified-badge"></span>

Simbiosis mutualisme

Next Post
Sambang Yayasan Bina Ilmu Bali, Bhabinkamtibmas Edukasi Warga Manfaatkan Call Center Polri 110

Sambang Yayasan Bina Ilmu Bali, Bhabinkamtibmas Edukasi Warga Manfaatkan Call Center Polri 110

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

SISA 3 EKOR KAMBING , DIBIARKAN KELAPARAN ANGGARAN Rp194 JUTA UNTUK KETAHANAN PANGAN DIPERTANYAKAN?

Agustus 29, 2026

Ks 2026 — Dugaan ketidakwajaran pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Desa Gelugur, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, semakin memanas. Alokasi anggaran sebesar Rp194.300.000 yang ditujukan untuk program ketahanan pangan melalui pengembangan peternakan kambing, kini memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, dari rencana yang seharusnya memberi manfaat luas bagi warga, realitas di lapangan sungguh memiriskan: hanya tersisa 3 ekor kambing — 2 ekor dewasa dan 1 ekor anak kambing — dan justru diabaikan, dibiarkan kelaparan. FAKTA DI LAPANGAN Berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi yang dilakukan tim Media Ganesha Abadi di lokasi, ditemukan fakta-fakta yang menguatkan dugaan penyimpangan: – Anggaran Rp194,3 juta bersumber dari Dana Desa TA 2025, dikelola oleh BUMDes Desa Gelugur di bawah tanggung jawab Pemerintah Desa Gelugur. – Seharusnya digunakan untuk pengembangan ternak kambing guna mendukung ketahanan pangan desa, namun kambing yang tersisa hanya 3 ekor — dalam kondisi kurus, tampak kelaparan, dan dibiarkan begitu saja tanpa perawatan. – Kandang yang digunakan semula adalah kandang ayam, diubah paksa menjadi kandang kambing tanpa perbaikan desain yang layak. – Upaya konfirmasi kepada pihak pengurus BUMDes berulang kali dilakukan, namun selalu ditutup dan tidak ditemui. Pj. Kepala Desa Gelugur juga belum memberikan penjelasan apa pun terkait hilangnya puluhan ekor kambing dan penggunaan anggaran tersebut. 🔥 KEMARAHAN WARGA MENGUAT Kondisi tersebut memancing kemarahan masyarakat luas. Warga mempertanyakan: “Ke mana perginya puluhan ekor kambing yang seharusnya ada? Dan mengapa sisa yang ada justru diabaikan dan dibiarkan kelaparan sementara uang rakyat sebesar Rp194 juta telah habis digunakan?” Ketiadaan transparansi dan penjelasan dari pihak pengelola justru meninggalkan “bau tidak sedap” dan semakin menguatkan dugaan adanya penyimpangan pengelolaan keuangan desa. Masyarakat menuntut pertanggungjawaban yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum. ⚠️ DESAKAN TINDAK LANJUT Mengingat ketidakjelasan realisasi anggaran serta sikap tertutup pihak pengelola, Media Ganesha Abadi mendesak: 1. Inspektorat Kabupaten Sumenep segera melakukan audit investigatif atas pengelolaan Dana Desa Gelugur TA 2025 khususnya sektor ketahanan pangan. 2. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep menindaklanjuti dugaan pelanggaran tata kelola BUMDes dan penggunaan anggaran desa. 3. Pj. Kepala Desa Gelugur dan pengurus BUMDes segera memberikan penjelasan terbuka dan mempertanggungjawabkan seluruh penggunaan dana tersebut kepada masyarakat. 4. Apabila ditemukan unsur pidana, kasus segera diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Sumenep dan Kepolisian untuk proses hukum yang berlaku. “Uang rakyat bukan untuk dimainkan, apalagi sisa ternak diabaikan dan dibiarkan kelaparan. Kambing yang kelaparan itu adalah cermin pengelolaan yang kelaparan kejujuran,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang memantau kasus ini. Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Pj. Kades Gelugur dan pihak BUMDes belum mendapat tanggapan. Media Ganesha Abadi akan terus memantau perkembangan kasus ini.  Redaksi Media Ganesha Abadi Sumenep, Madura — Jawa Timur

Agustus 29, 2026

Patroli Bersama di Wilayah Binaan, Wujudkan Kekompakan Tiga Pilar

Agustus 29, 2026
Api Tak Kenal Waktu, Kapolres Barsel Pimpin Personel Padamkan Karhutla di Desa Pamangka

Api Tak Kenal Waktu, Kapolres Barsel Pimpin Personel Padamkan Karhutla di Desa Pamangka

Agustus 29, 2026

Recent News

SISA 3 EKOR KAMBING , DIBIARKAN KELAPARAN ANGGARAN Rp194 JUTA UNTUK KETAHANAN PANGAN DIPERTANYAKAN?

Agustus 29, 2026

Ks 2026 — Dugaan ketidakwajaran pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Desa Gelugur, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, semakin memanas. Alokasi anggaran sebesar Rp194.300.000 yang ditujukan untuk program ketahanan pangan melalui pengembangan peternakan kambing, kini memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, dari rencana yang seharusnya memberi manfaat luas bagi warga, realitas di lapangan sungguh memiriskan: hanya tersisa 3 ekor kambing — 2 ekor dewasa dan 1 ekor anak kambing — dan justru diabaikan, dibiarkan kelaparan. FAKTA DI LAPANGAN Berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi yang dilakukan tim Media Ganesha Abadi di lokasi, ditemukan fakta-fakta yang menguatkan dugaan penyimpangan: – Anggaran Rp194,3 juta bersumber dari Dana Desa TA 2025, dikelola oleh BUMDes Desa Gelugur di bawah tanggung jawab Pemerintah Desa Gelugur. – Seharusnya digunakan untuk pengembangan ternak kambing guna mendukung ketahanan pangan desa, namun kambing yang tersisa hanya 3 ekor — dalam kondisi kurus, tampak kelaparan, dan dibiarkan begitu saja tanpa perawatan. – Kandang yang digunakan semula adalah kandang ayam, diubah paksa menjadi kandang kambing tanpa perbaikan desain yang layak. – Upaya konfirmasi kepada pihak pengurus BUMDes berulang kali dilakukan, namun selalu ditutup dan tidak ditemui. Pj. Kepala Desa Gelugur juga belum memberikan penjelasan apa pun terkait hilangnya puluhan ekor kambing dan penggunaan anggaran tersebut. 🔥 KEMARAHAN WARGA MENGUAT Kondisi tersebut memancing kemarahan masyarakat luas. Warga mempertanyakan: “Ke mana perginya puluhan ekor kambing yang seharusnya ada? Dan mengapa sisa yang ada justru diabaikan dan dibiarkan kelaparan sementara uang rakyat sebesar Rp194 juta telah habis digunakan?” Ketiadaan transparansi dan penjelasan dari pihak pengelola justru meninggalkan “bau tidak sedap” dan semakin menguatkan dugaan adanya penyimpangan pengelolaan keuangan desa. Masyarakat menuntut pertanggungjawaban yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum. ⚠️ DESAKAN TINDAK LANJUT Mengingat ketidakjelasan realisasi anggaran serta sikap tertutup pihak pengelola, Media Ganesha Abadi mendesak: 1. Inspektorat Kabupaten Sumenep segera melakukan audit investigatif atas pengelolaan Dana Desa Gelugur TA 2025 khususnya sektor ketahanan pangan. 2. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep menindaklanjuti dugaan pelanggaran tata kelola BUMDes dan penggunaan anggaran desa. 3. Pj. Kepala Desa Gelugur dan pengurus BUMDes segera memberikan penjelasan terbuka dan mempertanggungjawabkan seluruh penggunaan dana tersebut kepada masyarakat. 4. Apabila ditemukan unsur pidana, kasus segera diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Sumenep dan Kepolisian untuk proses hukum yang berlaku. “Uang rakyat bukan untuk dimainkan, apalagi sisa ternak diabaikan dan dibiarkan kelaparan. Kambing yang kelaparan itu adalah cermin pengelolaan yang kelaparan kejujuran,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang memantau kasus ini. Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Pj. Kades Gelugur dan pihak BUMDes belum mendapat tanggapan. Media Ganesha Abadi akan terus memantau perkembangan kasus ini.  Redaksi Media Ganesha Abadi Sumenep, Madura — Jawa Timur

Agustus 29, 2026

Patroli Bersama di Wilayah Binaan, Wujudkan Kekompakan Tiga Pilar

Agustus 29, 2026
Api Tak Kenal Waktu, Kapolres Barsel Pimpin Personel Padamkan Karhutla di Desa Pamangka

Api Tak Kenal Waktu, Kapolres Barsel Pimpin Personel Padamkan Karhutla di Desa Pamangka

Agustus 29, 2026
https://pkvgamesqqonline.com/ https://topweddinglists.com/ https://aethelmearc.net/ https://central.nasrda.gov.ng/ https://hoteljackson.com/
https://alpolac.edu.kz/learn/pkvgames/ https://alpolac.edu.kz/learn/bandarqq/ https://alpolac.edu.kz/learn/dominoqq/
https://adsii.or.id/sdm/pkvgames/ https://adsii.or.id/sdm/bandarqq/ https://adsii.or.id/sdm/dominoqq/
https://everynationeducation.org/mobileadmin/pkvgames/ https://everynationeducation.org/mobileadmin/bandarqq/ https://everynationeducation.org/mobileadmin/dominoqq/
https://ethnographylab.iiitd.edu.in/img/pkvgames/ https://ethnographylab.iiitd.edu.in/img/bandarqq/ https://ethnographylab.iiitd.edu.in/img/dominoqq/
https://pinktowerchildcarecentre.com/pkv/ https://pinktowerchildcarecentre.com/bandarqq/ https://pinktowerchildcarecentre.com/dominoqq/
https://smcc.or.id/stats/pkvgames/ https://smcc.or.id/stats/bandarqq/ https://smcc.or.id/stats/dominoqq/
https://aenfis.com/cloud/bandarqq/ https://aenfis.com/cloud/pkvgames/ https://aenfis.com/cloud/dominoqq/
https://unm.edu.ni/old/pkvgames/ https://unm.edu.ni/old/bandarqq/ https://unm.edu.ni/old/dominoqq/
https://cheersport.at/doc/pkv-games/ https://cheersport.at/doc/bandarqq/ https://cheersport.at/doc/dominoqq/ https://cheersport.at/about-us/
https://sigarmas.com/backup/pkv-games/ https://sigarmas.com/backup/bandarqq/ https://sigarmas.com/backup/dominoqq/
https://www.spring.edu.sg/sci/pkv-games/ https://www.spring.edu.sg/sci/bandarqq/ https://www.spring.edu.sg/sci/dominoqq/
https://cecas.clemson.edu/mobile-lab/ https://cecas.clemson.edu/amic/ https://cecas.clemson.edu/latourlabs/
https://lpm.stital.ac.id/ https://digilib.stital.ac.id/ https://pai.stital.ac.id/
https://id.pandamgadang.com/
https://gurupintar.ut.ac.id/

Browse by Category

  • DAERAH
  • EKONOMI – BISNIS
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OTOMOTIF
  • PARIWISATA
  • PARLEMEN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • POLRI
  • SENI BUDAYA
  • SOSIAL
  • TNI
  • TRENDING

Recent News

SISA 3 EKOR KAMBING , DIBIARKAN KELAPARAN ANGGARAN Rp194 JUTA UNTUK KETAHANAN PANGAN DIPERTANYAKAN?

Agustus 29, 2026

Ks 2026 — Dugaan ketidakwajaran pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Desa Gelugur, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, semakin memanas. Alokasi anggaran sebesar Rp194.300.000 yang ditujukan untuk program ketahanan pangan melalui pengembangan peternakan kambing, kini memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, dari rencana yang seharusnya memberi manfaat luas bagi warga, realitas di lapangan sungguh memiriskan: hanya tersisa 3 ekor kambing — 2 ekor dewasa dan 1 ekor anak kambing — dan justru diabaikan, dibiarkan kelaparan. FAKTA DI LAPANGAN Berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi yang dilakukan tim Media Ganesha Abadi di lokasi, ditemukan fakta-fakta yang menguatkan dugaan penyimpangan: – Anggaran Rp194,3 juta bersumber dari Dana Desa TA 2025, dikelola oleh BUMDes Desa Gelugur di bawah tanggung jawab Pemerintah Desa Gelugur. – Seharusnya digunakan untuk pengembangan ternak kambing guna mendukung ketahanan pangan desa, namun kambing yang tersisa hanya 3 ekor — dalam kondisi kurus, tampak kelaparan, dan dibiarkan begitu saja tanpa perawatan. – Kandang yang digunakan semula adalah kandang ayam, diubah paksa menjadi kandang kambing tanpa perbaikan desain yang layak. – Upaya konfirmasi kepada pihak pengurus BUMDes berulang kali dilakukan, namun selalu ditutup dan tidak ditemui. Pj. Kepala Desa Gelugur juga belum memberikan penjelasan apa pun terkait hilangnya puluhan ekor kambing dan penggunaan anggaran tersebut. 🔥 KEMARAHAN WARGA MENGUAT Kondisi tersebut memancing kemarahan masyarakat luas. Warga mempertanyakan: “Ke mana perginya puluhan ekor kambing yang seharusnya ada? Dan mengapa sisa yang ada justru diabaikan dan dibiarkan kelaparan sementara uang rakyat sebesar Rp194 juta telah habis digunakan?” Ketiadaan transparansi dan penjelasan dari pihak pengelola justru meninggalkan “bau tidak sedap” dan semakin menguatkan dugaan adanya penyimpangan pengelolaan keuangan desa. Masyarakat menuntut pertanggungjawaban yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum. ⚠️ DESAKAN TINDAK LANJUT Mengingat ketidakjelasan realisasi anggaran serta sikap tertutup pihak pengelola, Media Ganesha Abadi mendesak: 1. Inspektorat Kabupaten Sumenep segera melakukan audit investigatif atas pengelolaan Dana Desa Gelugur TA 2025 khususnya sektor ketahanan pangan. 2. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep menindaklanjuti dugaan pelanggaran tata kelola BUMDes dan penggunaan anggaran desa. 3. Pj. Kepala Desa Gelugur dan pengurus BUMDes segera memberikan penjelasan terbuka dan mempertanggungjawabkan seluruh penggunaan dana tersebut kepada masyarakat. 4. Apabila ditemukan unsur pidana, kasus segera diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Sumenep dan Kepolisian untuk proses hukum yang berlaku. “Uang rakyat bukan untuk dimainkan, apalagi sisa ternak diabaikan dan dibiarkan kelaparan. Kambing yang kelaparan itu adalah cermin pengelolaan yang kelaparan kejujuran,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang memantau kasus ini. Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Pj. Kades Gelugur dan pihak BUMDes belum mendapat tanggapan. Media Ganesha Abadi akan terus memantau perkembangan kasus ini.  Redaksi Media Ganesha Abadi Sumenep, Madura — Jawa Timur

Agustus 29, 2026
  • REDAKSI
  • KONTAK REDAKSI
  • HAK JAWAB, HAK KOREKSI dan KLARIFIKASI
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • MEDIA GANESHA ABADI TENTANG KEWAJIBAN KONFIRMASI DALAM PEMBERITAAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • PERATURAN INTERNAL PERUSAHAAN MEDIA
  • TENTANG KAMI
  • Visi & Misi GJLI (Gerakan Jurnalis Leader Indonesia)
  • Visi & Misi Media Nasional Ganesha Abadi

Hak Cipta ganeshaabadi.com ©2024

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • TRENDING
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • TNI
    • POLRI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • PARLEMEN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • SOSIAL
  • TENTANG KAMI
    • REDAKSI
    • PEDOMAN MEDIA SIBER
    • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOGIN
    • Login
  • Login

Hak Cipta ganeshaabadi.com ©2024

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In