Denpasar – Komitmen Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus diwujudkan melalui pendekatan humanis yang menyentuh langsung kehidupan warga. Salah satu langkah konkret tersebut terlihat dalam kegiatan Door to Door System (DDS) yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sumerta Kaja, Aipda Ketut Srinadi, pada Jumat pagi (17/04/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan strategi proaktif Polri dalam membangun komunikasi yang efektif, transparan, dan berkelanjutan dengan masyarakat. Dengan menyambangi langsung warga di wilayah binaannya, aparat kepolisian mampu mendeteksi secara dini potensi gangguan kamtibmas sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Dalam kunjungannya, Aipda Ketut Srinadi menyasar sektor usaha lokal dengan mengunjungi salah satu pelaku usaha kebugaran di kawasan Denpasar Timur. Dialog berlangsung hangat dan konstruktif, membahas pentingnya peran aktif pelaku usaha dalam menjaga stabilitas lingkungan, khususnya dalam membina generasi muda agar tetap berada pada koridor hukum dan norma sosial.
Pendekatan persuasif yang dilakukan menegaskan bahwa keamanan bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan hasil kolaborasi antara Polri dan masyarakat. Edukasi yang disampaikan juga menitikberatkan pada pentingnya kesadaran hukum, disiplin sosial, serta pencegahan potensi pelanggaran sejak dini, terutama di kalangan pemuda yang menjadi aset masa depan bangsa.
Respons positif pun mengalir dari masyarakat. Kehadiran Bhabinkamtibmas dinilai mampu menghadirkan rasa aman sekaligus menjadi ruang dialog terbuka bagi warga untuk menyampaikan aspirasi maupun potensi permasalahan di lingkungan mereka. Hingga saat ini, situasi kamtibmas di wilayah Sumerta Kaja dilaporkan dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan signifikan.
Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan DDS merupakan instrumen strategis dalam memperkuat deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang membangun kepercayaan dan menjaga harmoni sosial.
“DDS adalah wujud nyata pelayanan Polri yang adaptif dan responsif terhadap dinamika masyarakat. Melalui pendekatan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak awal serta memperkuat sinergitas antara kepolisian dan warga,” tegasnya.
Dengan pendekatan yang konsisten, humanis, dan berorientasi pada solusi, Polsek Denpasar Timur terus menunjukkan peran strategisnya sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Sinergi yang terbangun diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
(Redaksi)








