Aceh Tamiang – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Patroli Kesehatan Polri yang dilaksanakan pada Kamis (25/12/2025).
Kegiatan patroli kesehatan ini dipimpin oleh Ipda dr. Meyrina Dwi Yanti, personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Jawa Barat yang saat ini melaksanakan Bawah Kendali Operasi (BKO) di Polda Aceh. Patroli kesehatan dilakukan dengan sistem jemput bola, menyasar langsung warga yang mengalami keterbatasan akses menuju posko kesehatan akibat dampak banjir.
Salah satu kendala utama yang dihadapi masyarakat pascabanjir adalah kendaraan bermotor yang terendam air, sehingga tidak dapat digunakan untuk berobat atau mendatangi fasilitas layanan kesehatan. Kondisi tersebut mendorong tim medis Polri untuk turun langsung ke pemukiman warga.
Pada patroli kesehatan kali ini, tim medis Polri menyasar Desa Tengku Tinggi, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Tim mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan serta memberikan pengobatan sesuai keluhan yang dialami masyarakat.
“Patroli kesehatan ini kami laksanakan untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan datang ke posko kesehatan akibat keterbatasan transportasi pascabanjir. Kami mendatangi langsung warga untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan,” ujar Ipda dr. Meyrina Dwi Yanti di sela-sela kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, tim medis Polri tidak hanya melayani masyarakat umum, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan kepada personel Polri yang mengalami gangguan kesehatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat sebanyak 78 pasien mendapatkan layanan kesehatan, terdiri dari 10 orang anggota Polri dan 68 orang masyarakat.
Lebih lanjut, Ipda dr. Meyrina menjelaskan bahwa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling banyak dikeluhkan warga. Selain itu, tim medis juga menemukan beberapa kasus luka ringan, yang umumnya disebabkan oleh kondisi lingkungan pascabanjir yang kurang higienis dan licin.
Melalui kegiatan Patroli Kesehatan Polri ini, diharapkan kondisi kesehatan masyarakat terdampak banjir dapat segera tertangani dengan baik serta mencegah munculnya penyakit lanjutan. Polri menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pascabencana, sebagai bentuk pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
(Red)








