PONOROGO – Jajaran Polres Ponorogo melalui Polsek Ngebel merespons cepat keluhan masyarakat terkait akses jalan penghubung antar desa yang mengalami longsor parah hingga mengancam keberadaan jembatan di Dukuh Dayakan, Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel. Kondisi tersebut sempat membuat jembatan nyaris ambruk dan menghambat mobilitas warga.
Jalur vital yang menghubungkan Desa Wagir Lor dengan Desa Wates, Kecamatan Jenangan, itu merupakan urat nadi aktivitas masyarakat, mulai dari akses pendidikan, perekonomian, hingga layanan sosial. Akibat longsor yang terjadi berulang kali, sebagian badan jalan mengalami amblas dan tidak aman untuk dilalui kendaraan.
Kapolsek Ngebel, AKP Nuryadi, menegaskan bahwa pihaknya langsung turun tangan sesuai arahan Kapolres Ponorogo untuk memastikan akses warga tetap bisa digunakan, meski dalam kondisi darurat.
“Jalur ini sangat penting bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah dan aktivitas ekonomi warga. Oleh karena itu, kami bersama pemerintah desa dan masyarakat berupaya melakukan perbaikan sementara dengan membangun jembatan darurat agar tetap dapat dilalui,” ujar AKP Nuryadi, Jumat (6/2/2026).
Sebagai langkah awal penanganan, Polsek Ngebel bersama Pemerintah Desa Wagir Lor dan warga setempat memasang papan kayu serta pembatas jalan guna mencegah risiko kecelakaan. Upaya tersebut dilakukan sambil menunggu penanganan lanjutan dari instansi terkait.
“Untuk sementara jalur sudah bisa dilewati, namun hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat belum diizinkan melintas demi keselamatan,” jelasnya.
Sementara itu, di lokasi terpisah, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan instansi terkait, termasuk Dinas Bina Marga, guna percepatan pembangunan jembatan darurat yang lebih kuat dan aman.
“Jembatan darurat akan dibangun menggunakan plat besi baja dengan panjang 32 meter ditambah sayap masing-masing 2 meter di setiap sisi, sehingga total panjang mencapai 36 meter, dengan lebar 1,2 meter,” terang Kapolres.
AKBP Andin Wisnu Sudibyo menambahkan, pembangunan jembatan darurat tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dua minggu ke depan agar akses penghubung antar desa dapat kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.
“Ini bentuk komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi nyata atas permasalahan yang berdampak langsung pada kehidupan warga,” pungkasnya.
(Red)








