BOJONEGORO – Polres Bojonegoro Polda Jawa Timur (Jatim) menggelar pelatihan peningkatan kemampuan personel dalam penanganan bencana dan kedaruratan. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (4–5/12), di Gedung AP I Rawi dan area Sungai Bengawan Solo, Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.
Wakapolres Bojonegoro, Kompol Yoyok Dwi Purnomo, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah antisipatif menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang meningkat saat musim hujan.
“Kehadiran berbagai satuan teknis diharapkan dapat memperkuat kesiapan aparat dalam merespons kejadian bencana secara cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.
Materi Komprehensif dari BPBD, Brimob, RS Bhayangkara, dan Damkar
Dalam pelatihan tersebut, Polres Bojonegoro menghadirkan narasumber dari:
- BPBD Bojonegoro
- Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim
- RS Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro
- Damkar Bojonegoro
Materi diberikan secara komprehensif, mulai dari pencegahan, mitigasi, hingga penanganan darurat.
Damkar Bojonegoro
Memberikan pelatihan pemadaman kebakaran, teknik pencegahan, penanggulangan, serta prosedur evakuasi aman.
BPBD Bojonegoro
Menekankan pentingnya manajemen bencana terpadu, meliputi pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga pemulihan pascabencana. Materi diperkaya simulasi gempa, teknik evakuasi, serta praktik lapangan.
RS Bhayangkara Wahyu Tutuko
Memberikan pembekalan Dokkpol, Kesehatan Lapangan, dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).
“Keterampilan ini penting untuk mendukung tindakan cepat personel ketika menghadapi korban dalam kondisi darurat,” jelas Kompol Yoyok.
Brimob Polda Jatim
Memperkuat kemampuan Search and Rescue (SAR) agar personel mampu melakukan respon cepat dan efektif saat bencana terjadi.
Pendekatan Teori dan Praktik Lapangan
Kompol Yoyok menjelaskan bahwa pelatihan hari pertama berfokus pada pemberian teori dan pemahaman teknis, sementara hari kedua diisi teori lanjutan dan simulasi lapangan langsung di wilayah Bengawan Solo.
Pendekatan kombinatif ini dinilai mampu meningkatkan keahlian teknis sekaligus keterampilan praktik personel di berbagai unit.
“Dengan peserta dari beragam satuan, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat jaringan koordinasi lintas unit dalam penanganan bencana,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa materi yang diberikan bukan sekadar teori, tetapi menuntut kemampuan aplikatif di kondisi sebenarnya.
“Harapannya peserta bisa mengikuti dan menerapkan materi dengan baik agar tingkat ketangguhan dan kesiapsiagaan semakin baik.”
Perkuat Sistem Penanggulangan Bencana di Bojonegoro
Melalui pelatihan ini, Polres Bojonegoro berharap peningkatan kapasitas SDM dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana daerah, khususnya menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah terhadap potensi bencana yang kerap muncul saat musim penghujan.
(Red)







