SIDOARJO — Perayaan Natal 2025 di Aston Sidoarjo Hotel & Conference Center menghadirkan pesan kuat tentang keberlanjutan lingkungan. Di tengah dominasi dekorasi Natal berbahan plastik dan sintetis, hotel bintang empat ini justru mencuri perhatian publik lewat instalasi pohon Natal setinggi 3,5 meter yang sepenuhnya terbuat dari 2.025 bonggol nanas—material yang selama ini dianggap sebagai limbah dapur.
Instalasi unik tersebut berdiri megah di area lobi hotel dan langsung menjadi pusat perhatian tamu. Ide kreatif ini lahir dari aktivitas rutin dapur Kayana Restaurant Aston Sidoarjo, khususnya dari penyajian sarapan pagi yang setiap hari menyediakan salad buah segar. Nanas menjadi buah favorit tamu, namun menyisakan bonggol dalam jumlah besar yang sebelumnya berakhir sebagai sampah organik.
Alih-alih dibuang, tim hotel melihat potensi lain dari bonggol nanas tersebut. Dengan mengusung tema sustainability dan zero waste, ribuan bonggol dikumpulkan dan diproses selama hampir satu bulan. Melalui kerja kolaboratif tim internal hotel, bonggol-bonggol nanas disusun secara presisi hingga membentuk pohon Natal artistik dengan tekstur alami yang unik, hangat, dan sarat pesan lingkungan.
General Manager Aston Sidoarjo, David Eko Susanto, saat ditemui awak media pada Selasa (23/12/2025), menegaskan bahwa kreasi ini bukan sekadar dekorasi musiman, melainkan simbol komitmen hotel dalam menerapkan praktik ramah lingkungan secara nyata.
“Kami ingin menunjukkan bahwa konsep sustainability tidak harus rumit atau mahal. Dari aktivitas dapur yang sederhana, dari limbah yang sering dianggap tidak bernilai, kami mencoba menghadirkan makna baru. Pohon Natal dari bonggol nanas ini adalah langkah awal kami menuju visi zero waste hotel,” ujar David.
Lebih dari sekadar instalasi visual, proyek ini juga dirancang dengan prinsip ekonomi sirkular. Setelah perayaan Natal berakhir, seluruh bonggol nanas akan diolah kembali menjadi pupuk organik yang dimanfaatkan untuk mendukung tanaman hidroponik milik hotel. Dengan demikian, siklus limbah ditutup secara bertanggung jawab tanpa menyisakan dampak lingkungan.
Melalui inovasi ini, Aston Sidoarjo ingin menyampaikan pesan bahwa keberlanjutan dapat dimulai dari hal paling dekat dengan operasional sehari-hari. Dari dapur, dari limbah kecil, dan dari ide sederhana, perubahan nyata bisa diwujudkan.
Pohon Natal dari bonggol nanas ini bukan hanya menjadi simbol perayaan Natal, tetapi juga representasi komitmen Aston Sidoarjo dalam mendukung praktik ramah lingkungan, sekaligus diharapkan mampu menginspirasi industri perhotelan dan masyarakat luas untuk melihat limbah dari sudut pandang yang lebih kreatif dan bertanggung jawab.
(Redho)







