Musi Rawas – Puluhan petani di Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, terpaksa menjebol bendungan setelah sawah mereka terus-menerus terendam banjir akibat sistem irigasi yang buruk.
Menurut pengakuan warga, pintu bendungan yang hanya selebar satu meter dan hanya memiliki satu pintu tidak mampu menampung debit air yang tinggi, sehingga menyebabkan ratusan hektare sawah di tiga desa terendam. Akibatnya, petani harus mengalami gagal panen berulang kali dan menanam ulang hingga tiga hingga empat kali dalam satu musim.
Kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun, namun hingga kini belum ada tindakan nyata dari pemerintah. Petani mengaku telah menyampaikan keluhan mereka ke berbagai pihak, tetapi tidak mendapatkan respons yang memadai.
“Sebenarnya solusinya tidak sulit, cukup dibuatkan saluran pembuangan yang lebih lebar agar air tidak meluap,” ujar salah satu petani yang terdampak.
Karena tidak kunjung ada perhatian dari pemerintah, sejumlah petani akhirnya mengambil inisiatif dengan menjebol sisi bendungan di Desa Jajaran Baru I, Kecamatan Megang Sakti, demi mengurangi luapan air. Namun, upaya ini justru dianggap sebagai perusakan aset negara oleh oknum dari Dinas PU Kabupaten Musi Rawas, sehingga pintu air darurat yang mereka buat secara gotong royong ditutup kembali.
Tak kuat menanggung kerugian berulang, pada Senin (24/02/2025), sekitar 30 petani dari Desa Jajaran Baru I, Megang Sakti V, dan Sumber Rejo kembali menjebol bendungan. Hasilnya, luapan air langsung surut, membuktikan bahwa solusi sederhana ini sebenarnya bisa mengatasi masalah yang mereka hadapi.
Hingga kini, petani masih menunggu perhatian dari pemerintah Kabupaten Musi Rawas untuk turun langsung ke lokasi dan mengambil langkah konkret dalam menangani persoalan ini.
(Erwin – Kaperwil Lubuklinggau, Musi Rawas)








