BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) inspiratif bagi warga binaan perempuan, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kepribadian sekaligus pemenuhan hak rekreasi warga binaan.
Bertempat di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, nobar inspiratif tersebut menghadirkan film bertema perjuangan dan kasih sayang seorang ibu, yang sarat dengan pesan moral dan nilai-nilai kemanusiaan. Suasana haru menyelimuti jalannya kegiatan, bahkan beberapa warga binaan tampak tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan alur cerita yang menyentuh sisi emosional mereka.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menegaskan bahwa kegiatan nobar ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari strategi pembinaan yang berorientasi pada pemulihan mental dan emosional warga binaan.
“Kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk menyegarkan pikiran. Dengan suasana yang tenang dan menghibur, diharapkan tingkat stres dapat berkurang sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam Lapas tetap terjaga,” ujar Wayan.
Lebih lanjut, Wayan menjelaskan bahwa pemilihan film bertema ibu dilakukan secara khusus agar menjadi bahan refleksi mendalam bagi warga binaan perempuan. Melalui visualisasi kasih sayang orang tua yang tulus dan tanpa batas, warga binaan diajak untuk mengingat kembali keluarga dan rumah yang menanti mereka.
“Harapannya, mereka dapat menyadari kesalahan masa lalu yang mungkin telah melukai hati keluarga, terutama ibu. Dari situ tumbuh kesadaran dan motivasi untuk memperbaiki diri demi orang-orang tercinta,” tambahnya.
Menurutnya, pendekatan emosional seperti ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran internal warga binaan untuk mengikuti seluruh program pembinaan, baik pembinaan kemandirian maupun pembinaan kepribadian, dengan lebih bersungguh-sungguh.
“Ketika motivasi muncul dari hati karena ingat keluarga, warga binaan akan lebih kooperatif dan semangat menjalani sisa masa pidananya dengan kegiatan yang positif,” pungkas Wayan.
Salah seorang warga binaan perempuan berinisial SH mengaku sangat tersentuh dengan pemutaran film tersebut. Ia menyampaikan penyesalannya atas perbuatan masa lalu yang membawanya menjalani masa pidana.
“Saya sangat menyesal dan tersadar. Kegiatan ini membuat saya ingin berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik ketika bebas nanti,” ungkapnya.
Melalui kegiatan nobar inspiratif ini, Lapas Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang humanis, bermakna, dan berorientasi pada perubahan perilaku positif, sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang menempatkan warga binaan sebagai manusia yang memiliki harapan dan masa depan.
(Red)







