BANYUWANGI – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui gerakan penghijauan di wilayah Banyuwangi utara. Pada Sabtu (22/11/2025), Perhutani bersama Babinsa, perangkat desa, LMDH, IIK Perhutani, dan mahasiswa KKN Poltek Perhutani melaksanakan karya bakti penanaman bibit pohon jati di kawasan hutan petak 5E1.1 RPH Bajulmati, Dusun Krajan, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo. Aksi nyata ini menyasar area seluas 10 hektar yang diproyeksikan menjadi kawasan hutan produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan apel bersama, disusul sambutan jajaran Perhutani. Momentum simbolis dilakukan melalui penyerahan bibit jati dari Perhutani kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Ikatan Istri Karyawan (IIK) Perhutani sebagai bentuk kolaborasi dan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan. Setelah itu, seluruh peserta bergerak serentak melakukan penanaman bibit jati di lokasi yang telah dipetakan.
Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Edi Susanto (Waka ADM Banyuwangi), Hari Yadi (Kasi PSDH KPH Banyuwangi Utara), Kasto (Asper Gunung Waru KPRH Bajulmati), Serda Rudi (Babinsa Watukebo), serta Maimun H (Kepala Desa Watukebo). Aksi penghijauan ini melibatkan 20 personel Perhutani, 20 mahasiswa KKN, serta unsur IIK Perhutani yang turut aktif dalam pelaksanaan di lapangan.
Dalam sambutannya, Waka ADM Banyuwangi Edi Susanto menegaskan bahwa gerakan menanam pohon jati merupakan langkah strategis dalam menjaga ekosistem hutan sekaligus mitigasi perubahan iklim. Penanaman pohon dinilai sebagai solusi penting untuk mencegah potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga kekeringan yang sering mengancam wilayah rawan. Ia juga menekankan bahwa penghijauan merupakan investasi jangka panjang untuk mewariskan lingkungan sehat bagi generasi mendatang.
“Penghijauan bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi komitmen bersama untuk melindungi bumi. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi penopang kehidupan di masa depan,” ujar Edi Susanto.
Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, lancar, dan aman, dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi multi-pihak dalam menjaga kawasan hutan di Banyuwangi, sekaligus dorongan bagi masyarakat agar terus terlibat aktif dalam konservasi lingkungan.
Gerakan penanaman bibit jati ini diharapkan menjadi momentum berkelanjutan dalam mendukung Banyuwangi sebagai daerah ramah lingkungan, serta menjadi model penghijauan partisipatif di wilayah Jawa Timur.








