Surabaya – Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Jawa Timur sukses menyelenggarakan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional angkatan kedua pada 1–7 Agustus 2025 di Hotel Asida, Batu, Malang. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah dengan latar belakang beragam, mulai dari pimpinan pondok pesantren, dosen, praktisi KBIHU, hingga pejabat Kemenag.
Ganeshaabadi.com menghimpun pandangan beberapa peserta yang menilai kegiatan ini sangat berkesan dan bermanfaat.
1. Dr. H. Achmad Diny Hidayatullah, SS., SH., M.Pd. menyebut acara ini asik, menarik, keren, penuh semangat, dan profesional.
2. H. Jamal Irfani, S.Psi. menilai sertifikasi ini luar biasa berbobot. Selama tujuh hari ia merasa dihujani ilmu baru dari pakar kompeten.
3. Drs. H. Moh. Lahuri, MM. mengapresiasi panitia yang sabar dan penuh perhatian serta narasumber yang mendalami filosofi haji.
4. H. Akhmad Iswanto, ST. menilai materi yang diberikan sangat bermanfaat menambah ilmu dan kepercayaan diri sebagai petugas haji.
5. Hj. Irma Nusreini Dewi, S.Pt. mengaku mendapatkan ilmu luar biasa, mulai dari fiqih, sirah, manajemen pembimbingan, hingga teknologi penunjang.
6. Dr. H. R. Chusnu Yuli Setyo, M.Pd. menyebut narasumber sangat kompeten, bahkan ada yang berasal dari direktorat penyelenggaraan haji Kemenag RI. Peserta pun variatif dari berbagai kalangan.
7. H. Ahmad Mujahidin, S.Ag., M.Pd. menilai pelatihan ini sangat padat dan narasumber amat kompeten, membuatnya ingin kembali mengikuti kegiatan serupa.
8. Dr. H. Budiyono Santoso, S.E., M.E. menilai simulasi lapangan membuat peserta lebih siap secara mental maupun teknis membimbing jemaah di Tanah Suci.
9. Prof. Dr. H. Akhmad Nurul Kawakib, M.A. menegaskan sertifikasi ini meningkatkan pemahaman teknis ibadah haji sekaligus memperkuat wawasan fiqih manasik
10. Dr. H. Moh. Yusuf, S.KM., M.Kes. menyebut sinergi IPHI Jatim dengan Kemenag dan UIN SATU Tulungagung menghadirkan suasana majelis ilmu penuh keberkahan dengan pelayanan panitia yang memuaskan.
Para peserta sepakat bahwa sertifikasi ini tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga mempererat persaudaraan dan membuka jaringan antar pembimbing haji dari berbagai daerah. Mereka pun mengusulkan agar PW IPHI Jawa Timur kembali menyelenggarakan angkatan ketiga dengan biaya terjangkau agar lebih banyak kader dapat memperoleh sertifikat pembimbing manasik haji profesional.
Menanggapi hal itu, Sekretaris PW IPHI Jawa Timur, KH. Imam Mawardi Ridlwan, menyampaikan pihaknya berupaya menggelar kembali sertifikasi pada Oktober 2025 mendatang. Pendaftaran bagi calon peserta sudah mulai dibuka.
“Semoga kegiatan ini terus memberi keberkahan dan melahirkan pembimbing haji profesional yang amanah,” ujarnya.
(Red)








