Lubuklinggau, Sumatera Selatan – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau tengah mempersiapkan rancangan Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait kerja sama dengan media massa. Aturan ini diharapkan dapat memperkuat efektivitas publikasi informasi publik sekaligus mengatur hak dan kewajiban antara pemerintah daerah dan insan pers.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau, H. Trisko Defriansyah, Jumat (15/8), menjelaskan bahwa draf Perwal tersebut telah diajukan oleh Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik (Diskominfotan) Lubuklinggau.
“Draf ini akan dikaji ulang oleh bagian hukum Pemkot. Setelah finalisasi, baru akan diajukan ke Wali Kota untuk ditandatangani. Selanjutnya, akan melalui proses harmonisasi di Kanwil Hukum dan Biro Hukum Provinsi Sumsel,” jelas Trisko.
Ia menambahkan, jika proses harmonisasi berjalan lancar dan tidak bertentangan dengan regulasi yang lebih tinggi, maka Perwal tersebut dapat segera diberlakukan.
Menurut Trisko, Perwal tersebut nantinya akan mengatur berbagai hal, termasuk kerja sama publikasi dengan media massa hingga kewajiban sertifikasi melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi para jurnalis.
“Dengan Perwal ini, kita sama-sama berbenah. Melalui kepemimpinan Kadis Kominfo yang baru, semua diharapkan bisa lebih transparan dan tertata. Kami berharap rekan-rekan media dapat mendukung penuh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Trisko menegaskan bahwa Perwal ditargetkan rampung tahun 2025. Setelah disahkan dan diharmonisasi, aturan tersebut akan berlaku 14 hari setelah masuk ke Gubernur.
Sementara itu, Kepala Diskominfotan Lubuklinggau, Ervan Affansyah, menambahkan bahwa setelah Perwal disahkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada media.
“Tujuannya agar kerja sama publikasi Pemkot dan media bisa berjalan lebih baik serta harmonis. Jika ada kekurangan dokumen dari media, kita akan bantu perbaikan bersama,” ungkap Ervan.
Ervan juga menjelaskan bahwa saat ini publikasi berbentuk advertorial sementara ditutup, menunggu ketersediaan anggaran melalui Anggaran Perubahan Tambahan (ABT).
“Kalau dibuka sekarang, dikhawatirkan anggarannya tidak mencukupi untuk membayar kerja sama dengan media. Jadi kami minta rekan-rekan media bersabar,” pungkasnya.
(Erwin)







