TULUNGAGUNG – Di tengah gemuruh perubahan pendidikan di Indonesia, SD Islam Al Azhaar Tulungagung punya cara unik menjadikan murid berbakti orang tua. Pada Sabtu, 11 Mei 2024 semua orang tua kelas enam dihadirkan disekolah. Para murid diwajibkan duduk bersimpuh di pangkuan orang tua. Prosesi yang unik tersebut diberi nama sungkeman.
Kepala SD Islam Al Azhaar Tulungagung, Tuti Haryati, M.Pd memberi penjelasan bahwa kita masuk era dunia yang terus berubah. Tantangan orang tua murid terhadap anak-anaknya bertambah beban. Banyak murid jadi korban game online, judi online, narkoba dan pergaulan bebas. Maka di sekolah kita tiap tahun saat sudah kelas enam, para murid harus sungkem pada orang tua masing-masing.
“Para orang tua menitipkan ananda ke SD Islam Al Azhaar Tulungagung tidak sekedar untuk menyelesaikan target akademik saja. Namun mereka menitipkan ananda agar jadi generasi tekun ibadah, punya hafalan al Qur’an walau hanya juz ke-30 saja, berakhlak yang mulia, berbakti orang tua dan punya keterampilan hidup. Amanah yang berat tersebut yang harus saya jalankan dengan para guru. Maka di ujung belajar para murid wajib sungkem pada orang tua,” tutur Tuti
Para orang tua yang menitipkan putra-putrinya di SD Islam Al Azhaar Tulungagung karena memilih pola pendidikan akhlak dilakukan model terapan dan terpantau. Sekolah Dasar Islam Al Azhaar Tulungagung jadi pilihan untuk orang tua yang ingin tuntas akademik anak, anak jadi hafal al Qur’an dan anak berbudi luhur. Salah satu wali murid, Ninik menyampaikan bahwa anaknya semua dititipkan di Al Azhaar.
“Semua putra-putriku, saya percayakan ke Al Azhaar untuk digembleng nilai-nilai perilaku Islami. Agar anak saya mampu ibadah tekun, berbakti orang tua dan punya kejujuran sehingga ilmunya barokah,” tutur Ninik yang berasal dari Beji Tulungagung.
Di hadapan para orang tua murid yang sedang berbagia, Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung mengajak semua wali murid untuk bersinergi melakukan pendampingan dan pengawasan. Para wali murid bersama guru terus membimbing, dan sealigus menjadi teladan dalam prilaku.
“Kami memahami bahwa orang tua murid adalah harus tuntas akademik, baik akhlaknya dan hafal al Qur’an. Mewujudkan harapan tersebut membutuhkan peran bersama. Ayooo para orang tua murid gemar mendo’akan putra-putri dalam setiap sujud. Ayooo para orang tua murid memilihkan asupan makanan yang halalan thoyibah,” ajak Abah Imam, panggilan akrab KH. Imam Mawardi Ridlwan.
Pimred Media Ganeshaabadi.com mengamati bahwa SD Islam Al Azhaar Tulungagung merupakan sekolah pilihan warga Tulungagung. Masyarakat memilih karena di SD Islam Al Azhaar Tulungagung mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islami dalam interaksi sosial murid dan akademiknya. Salah satu keunggulannya ada melibatkan keluarga murid dalam proses mendidik murid.
Siang hari yang teduh di hall Pesantren Al Azhaar Tulungagung para murid kelas enam SD Islam Al Azhaar bersimpuh di pangkuan orang tua pada Sabtu (11/5). Para murid yang menghaturkan cinta dan kasih sayang ke orang tuanya. Para murid menuangkan isi hatinya yang penuh dengan cinta kepada orang tuanya. Itulah prosesi sungkeman SD Islam Al Azhaar Tulungagung. Sungkeman menurunkan cahaya kebaikan orang tua untuk menerangi qolbu putra-putrinya. Sungkeman pendidikan karakter terefektif.
(Red)








