Tulungagung — Sosok ulama dan pakar pengobatan Islam, Syaikh DR. Zain Bin Abdullah Al Khotib, hadir dalam acara istighosah dan pengajian rutin Majlis Dzikir Jama’i Al Azhaar di Pesantren Al Azhaar Tulungagung. Acara ini berlangsung pada Ahad (19 Januari 2025), bertepatan dengan 19 Rajab 1446 H, dan dilaksanakan di hall utama pesantren.
Acara yang rutin digelar setiap Ahad ketiga ini dihadiri sekitar 1.700 jamaah, menurut Heru Syaifuddin, Humas Pesantren Al Azhaar Tulungagung.
Selain Syaikh DR. Zain Bin Abdullah Al Khotib, acara juga menghadirkan mubalig muda, Gus Ois (DR. KH. Nur Kholis), salah satu pengasuh Pondok Pesantren Gading Malang sekaligus dosen di Universitas Islam Negeri Syayid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pesantren Al Azhaar Tulungagung, KH. Imam Mawardi Ridlwan, menyampaikan bahwa acara ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama (NU).
“Peringatan ini dimaksudkan untuk menyambung sanad keilmuan dan perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama. Kami berharap mendapatkan keberkahan dari para pendiri NU, sehingga kami dapat melanjutkan perjuangan Aswaja An-Nahdliyah, walaupun dalam bentuk yang sederhana,” tutur Abah Imam.
Sebagai bagian dari peringatan Harlah NU, acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh KH. Imam Mawardi Ridlwan, yang juga aktif berkhidmat di Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur.
Dengan penuh harapan, Abah Imam menambahkan, “Semoga peringatan Harlah ke-102 ini semakin menguatkan semangat para pengkhidmat NU untuk terus istiqamah dalam mengusung Islam yang ramah dan penuh keberkahan.”
Acara istighosah ini menjadi momentum istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menguatkan ukhuwah dan semangat perjuangan dalam berkhidmat untuk umat.
(Red)







