Denpasar Timur – Upaya memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Ngopi Kamtibmas yang digelar Bhabinkamtibmas Polsek Denpasar Timur (Dentim) bersama Kelompok Pelestari Penyu Sari Segara di kawasan pesisir Pantai Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Kamis (18/04/2026) pagi.
Kegiatan yang dikemas secara dialogis dan humanis ini menjadi ruang komunikasi terbuka antara aparat kepolisian dan masyarakat pesisir dalam membahas isu-isu strategis yang berkaitan dengan keamanan lingkungan, kebersihan kawasan pantai, hingga keberlanjutan ekosistem laut, khususnya konservasi penyu yang menjadi ikon penting wilayah tersebut.
Dipimpin oleh Panit Binmas Polsek Dentim, Aiptu Ni Putu Padmadewi, dialog kamtibmas berlangsung interaktif. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam pengelolaan sampah secara bijak, terutama di kawasan pesisir yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap pencemaran lingkungan.
“Pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan habitat pesisir, termasuk penyu yang membutuhkan lingkungan bersih untuk bertahan hidup dan berkembang biak,” tegasnya dalam kegiatan tersebut.
Selain isu lingkungan, masyarakat juga diberikan pemahaman terkait pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Warga diimbau untuk tidak ragu memanfaatkan layanan darurat kepolisian melalui call center 110 apabila menemukan kejadian yang membutuhkan respon cepat aparat.
Pesan-pesan kamtibmas juga disampaikan secara menyeluruh, mencakup ajakan untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kepedulian lingkungan, serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah pesisir yang menjadi salah satu kawasan strategis pariwisata Denpasar.
Sementara itu, Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H., M.H., menegaskan bahwa program Ngopi Kamtibmas merupakan bagian dari strategi pendekatan preventif Polri dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan, mendengar aspirasi, serta memperkuat kolaborasi sosial di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi dengan komunitas pelestari lingkungan menjadi bagian penting dalam mendukung program keberlanjutan ekosistem pesisir, khususnya pelestarian penyu yang saat ini menjadi perhatian bersama.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa keamanan dan kelestarian lingkungan tidak dapat dipisahkan. Kolaborasi antara aparat kepolisian, komunitas masyarakat, dan pelaku pelestarian lingkungan menjadi fondasi penting dalam menciptakan kawasan pesisir yang aman, bersih, dan berkelanjutan di wilayah Denpasar Timur.
Dengan adanya Ngopi Kamtibmas, diharapkan terbangun kesadaran kolektif yang lebih kuat, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi objek keamanan, tetapi juga subjek utama dalam menjaga ketertiban serta kelestarian lingkungan di wilayahnya masing-masing.
(Red)







