SURABAYA – MTsN 3 Kota Surabaya menggelar pelatihan majalah digital yang diikuti sekitar 50 guru, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali para pendidik dengan wawasan jurnalistik sekaligus mendorong budaya literasi dan publikasi di lingkungan madrasah.
Kepala MTsN 3 Kota Surabaya, Dra. Asmiati, M.Pd., mengatakan pelatihan ini diarahkan pada lahirnya produk jurnalistik berupa majalah digital madrasah.
“Produk akhir yang kami harapkan tentu adalah terbitnya majalah digital MTsN 3 Kota Surabaya,” ujar Asmiati.
Menurutnya, penguatan literasi dasar menjadi fondasi penting untuk memompa semangat guru dalam berkarya dan menyalurkan ide-ide kreatif melalui tulisan.
“Dari pelatihan ini, kami berharap bapak dan ibu guru mampu menghasilkan tulisan-tulisan bermutu yang sesuai dengan kaidah publikasi jurnalistik,” tambahnya.
Pelatihan yang berlangsung secara interaktif dan penuh antusias ini dipandu oleh Eko Prasetyo, Pemimpin Redaksi MediaGuru. Mantan editor Jawa Pos tersebut menyampaikan materi seputar dunia kepenulisan dan jurnalistik dengan orientasi pada pengelolaan majalah digital madrasah.
“Kegiatan ini penting untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang majalah digital madrasah, yang saat ini menjadi salah satu program nasional MediaGuru,” jelas Eko.
Ia menambahkan, materi yang disampaikan bersifat komprehensif, meliputi kode etik jurnalistik, teknik penulisan berita, hingga fotografi jurnalistik.
Meski pelatihan hanya berlangsung satu hari, proses pendampingan akan terus dilakukan hingga majalah digital MTsN 3 Kota Surabaya resmi terbit.
“Jika berhasil terbit, ini akan menjadi majalah digital madrasah pertama di Kota Pahlawan Surabaya,” ungkap Eko.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Salah seorang peserta, Amirul Mukminin, S.Ag., guru Akidah Akhlak, mengaku pelatihan tersebut sangat menarik.
“Asyik dan seru, tapi tetap dapat ilmunya,” ujarnya.
(Redho)







