Banyuwangi – Ganeshaabadi.com | Ketua LPLH-TN Lembaga peduli lingkungan hidup Tapal Kuda Nusantara kabupaten Banyuwangi M.Rofiq Azmi
Salah satu aktivis Banyuwangi selatan yang bergerak dalam bidang sosial (APPM) yang juga terkenal dengan sebutan “Palu Gada” lu perlu gue ada, tapi jangan salah?! Palu Gada artinya Tanggap, respon cepat dalam mengawal pendampingan wong cilik
Peristiwa kematian selalu mengguncang akal dan batin manusia. Dalam menghadapi kematian orang yang sangat dicintai, seperti suami, Istri, anak, dan orang tua. Dihadapkan kepada suatu peristiwa yang tidak dapat diterima atau dipercaya oleh akal dan batin kita, Prestasi akal budi manusia yang telah mampu melahirkan peradaban, kiranya mampu mengasah hati nurani.
Persoalan adanya sebuah peristiwa yang menjadi penyebab kematian seseorang, memang hanya dibahas oleh kalangan terbatas, bisa karena ada suatu ketakutan umum, seakan pantangan atau ada muatan lain untuk membicarakannya secara terbuka. Ada kesangsian kalau tidak mau dikatakan suatu ketakutan dalam mengungkap penyebabnya.
Sehingga Rofiq Azmi kembali angkat bicara prihal kematian Irfandi Kurniawan (28) pemuda warga desa sepanjang, kecamatan glenmore, kabupaten banyuwangi yang menjadi salah satu warga rehabilitasi.
“Seperti peristiwa yang dialami oleh keluarga sudahna dan sutri. Putra nya yang sempat menjalani rehabilitasi di LRPPN-BI Banyuwangi, yang diduga menjadi korban penyalahgunaan narkoba, “keterangan sutri ibu kandung nya, irfan meninggal dunia secara tidak wajar, tubuh memar lebam luka luka saat tau anaknya diRS Fatimah pada tanggal 3 Oktober 2023 dan RSUD Blambangan Banyuwangi,” terang Rofiq azmi
Rofiq menilai bahwa Peristiwa yang hingga kini meninggal kan misteri,
“Mengapa bisa jadi begini? rasa ketidakberdayaan sekaligus suatu pemberontakan menghadapi fakta kematian
“Manusia dengan daya nalarnya berusaha mengungkap selubung dibalik peristiwa ini. Misteri kematian selalu merupakan suatu persoalan yang mendalam dan fundamental, keluh sedihnya menggugah hati nurani manusia disekitarnya, bentuk tanggung jawab lembaga sosial yang diduga menelantarkan asas kemanusiaan, menimbulkan kesangsian dan kepercayaan masyarakat terhadap luka luka yang ada pada tubuh almarhum yang diduga menjadi penyebab kematian irfan, namun peristiwa tersebut hanya menjadi sebuah misteri,” ujarnya di depan awak media
Dalam peristiwa ini kami akan mengirim surat permohonan audiensi kepada bapak Kapolresta Banyuwangi, agar semua pihak tau secara terbuka atas misteri meninggalnya Pemuda asal Glenmore Irfan Kurniawan,”tutup Rofig Azmi,
(Team/Red)







