Jakarta – Menjelang peringatan Hari Anak Nasional 2025, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS), Agus Andrianto, memberikan perhatian khusus terhadap pembinaan anak-anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Ia menegaskan bahwa anak-anak di LPKA adalah bagian dari generasi emas Indonesia yang tetap harus mendapatkan pendidikan dan kesempatan yang setara.
“Dalam hitungan hari kita akan memperingati Hari Anak Nasional. Jangan lupakan anak-anak yang saat ini berada di lembaga pembinaan. Memang ini tugas kami, tapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari kita didik mereka, karena mereka adalah bagian penting dari masa depan Indonesia,” ujar Menteri Agus di Jakarta, Minggu (20/7/2025).
Menteri Agus menjelaskan bahwa sistem pembinaan terhadap anak di LPKA berbeda dari warga binaan dewasa. Anak-anak lebih difokuskan pada pendidikan formal dan informal, seperti SD, SMP, SMA, serta program kesetaraan Paket A, B, dan C.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak anak lulusan LPKA yang berhasil melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, bahkan ada yang telah bekerja secara mandiri. “Ini bukti bahwa dengan pendidikan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, anak-anak ini bisa menjadi pribadi yang mandiri dan sukses,” tambahnya.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, mencatat bahwa saat ini terdapat 2.096 anak binaan di seluruh Indonesia, dengan 1.376 di antaranya berada di LPKA. Selain pendidikan akademik, mereka juga dibekali pelatihan bakat dan keterampilan seperti seni, olahraga, dan life skill.
Dalam rangka Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2025, Ditjen Pemasyarakatan akan memberikan Remisi Anak kepada mereka yang memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai Undang-Undang No. 22 Tahun 2022. Sebanyak 1.272 anak telah diusulkan menerima remisi tersebut.
“Kami berharap remisi ini memotivasi anak-anak untuk terus belajar dan berkembang. Selalu ada kesempatan kedua second chance untuk masa depan yang lebih cerah. Saatnya membangun generasi emas Indonesia,” pungkas Menteri Agus.
(Red)








