SURABAYA – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Timur segera memindahkan kantor mereka ke pusat kota Surabaya. Gubernur LSM LIRA Jawa Timur, Samsudin, SH, mengonfirmasi hal ini pada Selasa (10/09/2023).
“Sejatinya, kantor baru akan berfungsi sebagai sekretariat LSM LIRA yang terletak di Surabaya. Kami akan memulai operasional kantor ini pada hari Jumat, 13 September 2024,” ujar Samsudin.
Samsudin juga mengundang seluruh Bupati dan Walikota LSM LIRA se-Jawa Timur untuk menghadiri acara tasyakuran kantor baru. Dalam kesempatan ini, Samsudin menyatakan kesiapan LSM LIRA untuk menerima aduan masyarakat di lokasi baru.
Samsudin, yang terpilih sebagai Gubernur LSM LIRA dalam Rapimnas di Sun City Hotel, Sidoarjo, menegaskan bahwa mereka terbuka terhadap semua aduan. “Kami akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk, namun pastikan aduan disertai data dan fakta lengkap,” tegasnya.
LSM LIRA juga berkomitmen untuk menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan aparat penegak hukum. Meskipun demikian, Samsudin menekankan bahwa peran LSM LIRA tetap pada fungsi pengawasan dan kontrol sosial.
Sebagai aktivis anti-korupsi, Samsudin menekankan komitmen LSM LIRA untuk kritis terhadap masalah korupsi. “Kami akan terus mengawal kasus dana hibah tahun 2019 hingga 2022 yang melibatkan oknum pemerintah dan DPRD Jawa Timur. Kami berharap jumlah tersangka yang saat ini mencapai 21 orang akan bertambah,” tutupnya.
LSM LIRA juga berkomitmen mengkritisi kebijakan pemerintah dan berhasil mengungkap kasus gratifikasi serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari, dan suaminya, Hasanudin, hingga ke Pengadilan Tipikor Surabaya dan Lapas Medaeng.
(Redho)







