• REDAKSI
  • KONTAK REDAKSI
  • HAK JAWAB, HAK KOREKSI dan KLARIFIKASI
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • MEDIA GANESHA ABADI TENTANG KEWAJIBAN KONFIRMASI DALAM PEMBERITAAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • PERATURAN INTERNAL PERUSAHAAN MEDIA
  • TENTANG KAMI
  • Visi & Misi GJLI (Gerakan Jurnalis Leader Indonesia)
  • Visi & Misi Media Nasional Ganesha Abadi
Sabtu, Agustus 29, 2026
  • Login
Ganesha Abadi
  • Home
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLRI
  • TNI
  • SOSIAL
  • Portal Berita Lainnya
    • HUKUM
    • PARIWISATA
    • PARLEMEN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • POLITIK
No Result
View All Result
  • Home
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLRI
  • TNI
  • SOSIAL
  • Portal Berita Lainnya
    • HUKUM
    • PARIWISATA
    • PARLEMEN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • POLITIK
No Result
View All Result
Ganesha Abadi
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • TENTANG KAMI
  • LOGIN
Home DAERAH

Korem 101/Ant Gelar Shalat Istisqa di Tengah Ancaman Kemarau Panjang dan Karhutla

Redaksi <span class="verified-badge"></span> by Redaksi
Agustus 29, 2026
in DAERAH
0
Korem 101/Ant Gelar Shalat Istisqa di Tengah Ancaman Kemarau Panjang dan Karhutla

BANJARMASIN – Ratusan Prajurit dan PNS serta Persit KCK Koorcabrem 101 menggelar Salat Istisqa di halaman Masjid Miftahul Janah Korem 101/Antasari, Banjarmasin, Jum’at (28/8).

Salat Istisqa tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar dan bermunajat memohon kepada Allah SWT agar segera turun hujan di wilayah Kalimantan Selatan yang hingga kini masih dilanda kemarau panjang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Danrem 101/Ant Brigjen TNI Ilham Yunus, S.Sos., M.Si., KH. Ahmad Siwiti, S.Ag., M.H.I., Ustadz Ilham Humaidi, para PJU Korem 101/Ant, para Dandim dan Danyonif, para Dan/Ka Balak Aju Kodam XXII/TB wilayah Banjarmasin, Ketua Persit KCK Koorcabrem 101 PD XXII/TB, para Prajurit, PNS dan Persit KCK Koorcabrem 101.

Danrem 101/Ant mengatakan Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama di tengah masih terjadinya Karhutla di sejumlah wilayah.

“Hari ini kita melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar batin dan munajat kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kalimantan Selatan,”harap Brigjen TNI Ilham Yunus.

Ia menyebut kejadian karhutla terbesar tercatat di tiga wilayah, antara lain Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru, beberapa titik kebakaran masih terjadi di kawasan Banjarbaru, di antaranya Guntung Damar, Pengayuan hingga kawasan hutan lindung.

Penanganan karhutla, lanjutnya, terus dilakukan dengan melibatkan personel gabungan terdiri dari Pemerintah Daerah, TNI, Polri, BPBD, masyarakat, dan relawan yang berjibaku melakukan pemadaman di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering.

Menurutnya, kemarau panjang yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah, tetapi yang paling dirasakan yaitu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), hingga dampak terhadap kesehatan seperti ISPA dan aktivitas perekonomian masyarakat.

Baca Juga  Perumda Pasar Baiman Jadikan Pengelolaan Pasar Terstruktur dan Transparan

Korem 101/Ant telah melaksanakan berbagai upaya dalam pencegahan Karhutla mulai sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, patroli terpadu, pemantauan wilayah, pemadaman melalui jalur darat, serta dukungan operasi udara melalui water bombing dan upaya modifikasi cuaca, serta Korem 101/Ant akan membuat sumur bor disejumlah titik-titik vital.

“Mudah-mudahan munajat kita dengan beristighfar memohon ampun dan Salat Istisqa ini dikabulkan Allah SWT, turun hujan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
(Tim Redaksi)

Post Views: 27
Previous Post

Sambang Yayasan Bina Ilmu Bali, Bhabinkamtibmas Edukasi Warga Manfaatkan Call Center Polri 110

Next Post

Purnama Sasih Ketiga, Personel Polsek Dentim Gelar Piodalan Pura Kerti Buana

Redaksi <span class="verified-badge"></span>

Redaksi <span class="verified-badge"></span>

Simbiosis mutualisme

Next Post
Purnama Sasih Ketiga, Personel Polsek Dentim Gelar Piodalan Pura Kerti Buana

Purnama Sasih Ketiga, Personel Polsek Dentim Gelar Piodalan Pura Kerti Buana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

SISA 3 EKOR KAMBING , DIBIARKAN KELAPARAN ANGGARAN Rp194 JUTA UNTUK KETAHANAN PANGAN DIPERTANYAKAN?

Agustus 29, 2026

Ks 2026 — Dugaan ketidakwajaran pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Desa Gelugur, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, semakin memanas. Alokasi anggaran sebesar Rp194.300.000 yang ditujukan untuk program ketahanan pangan melalui pengembangan peternakan kambing, kini memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, dari rencana yang seharusnya memberi manfaat luas bagi warga, realitas di lapangan sungguh memiriskan: hanya tersisa 3 ekor kambing — 2 ekor dewasa dan 1 ekor anak kambing — dan justru diabaikan, dibiarkan kelaparan. FAKTA DI LAPANGAN Berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi yang dilakukan tim Media Ganesha Abadi di lokasi, ditemukan fakta-fakta yang menguatkan dugaan penyimpangan: – Anggaran Rp194,3 juta bersumber dari Dana Desa TA 2025, dikelola oleh BUMDes Desa Gelugur di bawah tanggung jawab Pemerintah Desa Gelugur. – Seharusnya digunakan untuk pengembangan ternak kambing guna mendukung ketahanan pangan desa, namun kambing yang tersisa hanya 3 ekor — dalam kondisi kurus, tampak kelaparan, dan dibiarkan begitu saja tanpa perawatan. – Kandang yang digunakan semula adalah kandang ayam, diubah paksa menjadi kandang kambing tanpa perbaikan desain yang layak. – Upaya konfirmasi kepada pihak pengurus BUMDes berulang kali dilakukan, namun selalu ditutup dan tidak ditemui. Pj. Kepala Desa Gelugur juga belum memberikan penjelasan apa pun terkait hilangnya puluhan ekor kambing dan penggunaan anggaran tersebut. 🔥 KEMARAHAN WARGA MENGUAT Kondisi tersebut memancing kemarahan masyarakat luas. Warga mempertanyakan: “Ke mana perginya puluhan ekor kambing yang seharusnya ada? Dan mengapa sisa yang ada justru diabaikan dan dibiarkan kelaparan sementara uang rakyat sebesar Rp194 juta telah habis digunakan?” Ketiadaan transparansi dan penjelasan dari pihak pengelola justru meninggalkan “bau tidak sedap” dan semakin menguatkan dugaan adanya penyimpangan pengelolaan keuangan desa. Masyarakat menuntut pertanggungjawaban yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum. ⚠️ DESAKAN TINDAK LANJUT Mengingat ketidakjelasan realisasi anggaran serta sikap tertutup pihak pengelola, Media Ganesha Abadi mendesak: 1. Inspektorat Kabupaten Sumenep segera melakukan audit investigatif atas pengelolaan Dana Desa Gelugur TA 2025 khususnya sektor ketahanan pangan. 2. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep menindaklanjuti dugaan pelanggaran tata kelola BUMDes dan penggunaan anggaran desa. 3. Pj. Kepala Desa Gelugur dan pengurus BUMDes segera memberikan penjelasan terbuka dan mempertanggungjawabkan seluruh penggunaan dana tersebut kepada masyarakat. 4. Apabila ditemukan unsur pidana, kasus segera diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Sumenep dan Kepolisian untuk proses hukum yang berlaku. “Uang rakyat bukan untuk dimainkan, apalagi sisa ternak diabaikan dan dibiarkan kelaparan. Kambing yang kelaparan itu adalah cermin pengelolaan yang kelaparan kejujuran,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang memantau kasus ini. Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Pj. Kades Gelugur dan pihak BUMDes belum mendapat tanggapan. Media Ganesha Abadi akan terus memantau perkembangan kasus ini.  Redaksi Media Ganesha Abadi Sumenep, Madura — Jawa Timur

Agustus 29, 2026

Patroli Bersama di Wilayah Binaan, Wujudkan Kekompakan Tiga Pilar

Agustus 29, 2026
Api Tak Kenal Waktu, Kapolres Barsel Pimpin Personel Padamkan Karhutla di Desa Pamangka

Api Tak Kenal Waktu, Kapolres Barsel Pimpin Personel Padamkan Karhutla di Desa Pamangka

Agustus 29, 2026

Recent News

SISA 3 EKOR KAMBING , DIBIARKAN KELAPARAN ANGGARAN Rp194 JUTA UNTUK KETAHANAN PANGAN DIPERTANYAKAN?

Agustus 29, 2026

Ks 2026 — Dugaan ketidakwajaran pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Desa Gelugur, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, semakin memanas. Alokasi anggaran sebesar Rp194.300.000 yang ditujukan untuk program ketahanan pangan melalui pengembangan peternakan kambing, kini memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, dari rencana yang seharusnya memberi manfaat luas bagi warga, realitas di lapangan sungguh memiriskan: hanya tersisa 3 ekor kambing — 2 ekor dewasa dan 1 ekor anak kambing — dan justru diabaikan, dibiarkan kelaparan. FAKTA DI LAPANGAN Berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi yang dilakukan tim Media Ganesha Abadi di lokasi, ditemukan fakta-fakta yang menguatkan dugaan penyimpangan: – Anggaran Rp194,3 juta bersumber dari Dana Desa TA 2025, dikelola oleh BUMDes Desa Gelugur di bawah tanggung jawab Pemerintah Desa Gelugur. – Seharusnya digunakan untuk pengembangan ternak kambing guna mendukung ketahanan pangan desa, namun kambing yang tersisa hanya 3 ekor — dalam kondisi kurus, tampak kelaparan, dan dibiarkan begitu saja tanpa perawatan. – Kandang yang digunakan semula adalah kandang ayam, diubah paksa menjadi kandang kambing tanpa perbaikan desain yang layak. – Upaya konfirmasi kepada pihak pengurus BUMDes berulang kali dilakukan, namun selalu ditutup dan tidak ditemui. Pj. Kepala Desa Gelugur juga belum memberikan penjelasan apa pun terkait hilangnya puluhan ekor kambing dan penggunaan anggaran tersebut. 🔥 KEMARAHAN WARGA MENGUAT Kondisi tersebut memancing kemarahan masyarakat luas. Warga mempertanyakan: “Ke mana perginya puluhan ekor kambing yang seharusnya ada? Dan mengapa sisa yang ada justru diabaikan dan dibiarkan kelaparan sementara uang rakyat sebesar Rp194 juta telah habis digunakan?” Ketiadaan transparansi dan penjelasan dari pihak pengelola justru meninggalkan “bau tidak sedap” dan semakin menguatkan dugaan adanya penyimpangan pengelolaan keuangan desa. Masyarakat menuntut pertanggungjawaban yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum. ⚠️ DESAKAN TINDAK LANJUT Mengingat ketidakjelasan realisasi anggaran serta sikap tertutup pihak pengelola, Media Ganesha Abadi mendesak: 1. Inspektorat Kabupaten Sumenep segera melakukan audit investigatif atas pengelolaan Dana Desa Gelugur TA 2025 khususnya sektor ketahanan pangan. 2. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep menindaklanjuti dugaan pelanggaran tata kelola BUMDes dan penggunaan anggaran desa. 3. Pj. Kepala Desa Gelugur dan pengurus BUMDes segera memberikan penjelasan terbuka dan mempertanggungjawabkan seluruh penggunaan dana tersebut kepada masyarakat. 4. Apabila ditemukan unsur pidana, kasus segera diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Sumenep dan Kepolisian untuk proses hukum yang berlaku. “Uang rakyat bukan untuk dimainkan, apalagi sisa ternak diabaikan dan dibiarkan kelaparan. Kambing yang kelaparan itu adalah cermin pengelolaan yang kelaparan kejujuran,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang memantau kasus ini. Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Pj. Kades Gelugur dan pihak BUMDes belum mendapat tanggapan. Media Ganesha Abadi akan terus memantau perkembangan kasus ini.  Redaksi Media Ganesha Abadi Sumenep, Madura — Jawa Timur

Agustus 29, 2026

Patroli Bersama di Wilayah Binaan, Wujudkan Kekompakan Tiga Pilar

Agustus 29, 2026
Api Tak Kenal Waktu, Kapolres Barsel Pimpin Personel Padamkan Karhutla di Desa Pamangka

Api Tak Kenal Waktu, Kapolres Barsel Pimpin Personel Padamkan Karhutla di Desa Pamangka

Agustus 29, 2026
https://pkvgamesqqonline.com/ https://topweddinglists.com/ https://aethelmearc.net/ https://central.nasrda.gov.ng/ https://hoteljackson.com/
https://alpolac.edu.kz/learn/pkvgames/ https://alpolac.edu.kz/learn/bandarqq/ https://alpolac.edu.kz/learn/dominoqq/
https://adsii.or.id/sdm/pkvgames/ https://adsii.or.id/sdm/bandarqq/ https://adsii.or.id/sdm/dominoqq/
https://everynationeducation.org/mobileadmin/pkvgames/ https://everynationeducation.org/mobileadmin/bandarqq/ https://everynationeducation.org/mobileadmin/dominoqq/
https://ethnographylab.iiitd.edu.in/img/pkvgames/ https://ethnographylab.iiitd.edu.in/img/bandarqq/ https://ethnographylab.iiitd.edu.in/img/dominoqq/
https://pinktowerchildcarecentre.com/pkv/ https://pinktowerchildcarecentre.com/bandarqq/ https://pinktowerchildcarecentre.com/dominoqq/
https://smcc.or.id/stats/pkvgames/ https://smcc.or.id/stats/bandarqq/ https://smcc.or.id/stats/dominoqq/
https://aenfis.com/cloud/bandarqq/ https://aenfis.com/cloud/pkvgames/ https://aenfis.com/cloud/dominoqq/
https://unm.edu.ni/old/pkvgames/ https://unm.edu.ni/old/bandarqq/ https://unm.edu.ni/old/dominoqq/
https://cheersport.at/doc/pkv-games/ https://cheersport.at/doc/bandarqq/ https://cheersport.at/doc/dominoqq/ https://cheersport.at/about-us/
https://sigarmas.com/backup/pkv-games/ https://sigarmas.com/backup/bandarqq/ https://sigarmas.com/backup/dominoqq/
https://www.spring.edu.sg/sci/pkv-games/ https://www.spring.edu.sg/sci/bandarqq/ https://www.spring.edu.sg/sci/dominoqq/
https://cecas.clemson.edu/mobile-lab/ https://cecas.clemson.edu/amic/ https://cecas.clemson.edu/latourlabs/
https://lpm.stital.ac.id/ https://digilib.stital.ac.id/ https://pai.stital.ac.id/
https://id.pandamgadang.com/
https://gurupintar.ut.ac.id/

Browse by Category

  • DAERAH
  • EKONOMI – BISNIS
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OTOMOTIF
  • PARIWISATA
  • PARLEMEN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • POLRI
  • SENI BUDAYA
  • SOSIAL
  • TNI
  • TRENDING

Recent News

SISA 3 EKOR KAMBING , DIBIARKAN KELAPARAN ANGGARAN Rp194 JUTA UNTUK KETAHANAN PANGAN DIPERTANYAKAN?

Agustus 29, 2026

Ks 2026 — Dugaan ketidakwajaran pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Desa Gelugur, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, semakin memanas. Alokasi anggaran sebesar Rp194.300.000 yang ditujukan untuk program ketahanan pangan melalui pengembangan peternakan kambing, kini memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, dari rencana yang seharusnya memberi manfaat luas bagi warga, realitas di lapangan sungguh memiriskan: hanya tersisa 3 ekor kambing — 2 ekor dewasa dan 1 ekor anak kambing — dan justru diabaikan, dibiarkan kelaparan. FAKTA DI LAPANGAN Berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi yang dilakukan tim Media Ganesha Abadi di lokasi, ditemukan fakta-fakta yang menguatkan dugaan penyimpangan: – Anggaran Rp194,3 juta bersumber dari Dana Desa TA 2025, dikelola oleh BUMDes Desa Gelugur di bawah tanggung jawab Pemerintah Desa Gelugur. – Seharusnya digunakan untuk pengembangan ternak kambing guna mendukung ketahanan pangan desa, namun kambing yang tersisa hanya 3 ekor — dalam kondisi kurus, tampak kelaparan, dan dibiarkan begitu saja tanpa perawatan. – Kandang yang digunakan semula adalah kandang ayam, diubah paksa menjadi kandang kambing tanpa perbaikan desain yang layak. – Upaya konfirmasi kepada pihak pengurus BUMDes berulang kali dilakukan, namun selalu ditutup dan tidak ditemui. Pj. Kepala Desa Gelugur juga belum memberikan penjelasan apa pun terkait hilangnya puluhan ekor kambing dan penggunaan anggaran tersebut. 🔥 KEMARAHAN WARGA MENGUAT Kondisi tersebut memancing kemarahan masyarakat luas. Warga mempertanyakan: “Ke mana perginya puluhan ekor kambing yang seharusnya ada? Dan mengapa sisa yang ada justru diabaikan dan dibiarkan kelaparan sementara uang rakyat sebesar Rp194 juta telah habis digunakan?” Ketiadaan transparansi dan penjelasan dari pihak pengelola justru meninggalkan “bau tidak sedap” dan semakin menguatkan dugaan adanya penyimpangan pengelolaan keuangan desa. Masyarakat menuntut pertanggungjawaban yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum. ⚠️ DESAKAN TINDAK LANJUT Mengingat ketidakjelasan realisasi anggaran serta sikap tertutup pihak pengelola, Media Ganesha Abadi mendesak: 1. Inspektorat Kabupaten Sumenep segera melakukan audit investigatif atas pengelolaan Dana Desa Gelugur TA 2025 khususnya sektor ketahanan pangan. 2. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep menindaklanjuti dugaan pelanggaran tata kelola BUMDes dan penggunaan anggaran desa. 3. Pj. Kepala Desa Gelugur dan pengurus BUMDes segera memberikan penjelasan terbuka dan mempertanggungjawabkan seluruh penggunaan dana tersebut kepada masyarakat. 4. Apabila ditemukan unsur pidana, kasus segera diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Sumenep dan Kepolisian untuk proses hukum yang berlaku. “Uang rakyat bukan untuk dimainkan, apalagi sisa ternak diabaikan dan dibiarkan kelaparan. Kambing yang kelaparan itu adalah cermin pengelolaan yang kelaparan kejujuran,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang memantau kasus ini. Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Pj. Kades Gelugur dan pihak BUMDes belum mendapat tanggapan. Media Ganesha Abadi akan terus memantau perkembangan kasus ini.  Redaksi Media Ganesha Abadi Sumenep, Madura — Jawa Timur

Agustus 29, 2026
  • REDAKSI
  • KONTAK REDAKSI
  • HAK JAWAB, HAK KOREKSI dan KLARIFIKASI
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • MEDIA GANESHA ABADI TENTANG KEWAJIBAN KONFIRMASI DALAM PEMBERITAAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • PERATURAN INTERNAL PERUSAHAAN MEDIA
  • TENTANG KAMI
  • Visi & Misi GJLI (Gerakan Jurnalis Leader Indonesia)
  • Visi & Misi Media Nasional Ganesha Abadi

Hak Cipta ganeshaabadi.com ©2024

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • TRENDING
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • TNI
    • POLRI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • PARLEMEN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • SOSIAL
  • TENTANG KAMI
    • REDAKSI
    • PEDOMAN MEDIA SIBER
    • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOGIN
    • Login
  • Login

Hak Cipta ganeshaabadi.com ©2024

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In