BANYUWANGI – komunitas IWB, Info Warga Banyuwangi Yang terus menerus mengunggah video lanjutan Adanya informasi pembuatan film fiktif melalui akun tiktok, Dari penjelasan Ketua IWB, Abi arbain mengatakan bahwa, Pak Bram itu adalah Plt kadis kebudayan dan pariwisata, pada saat adanya pembuatan film dan pembuatan film ini bisa di pastikan fiktif, karena pemilik cv atau direktur cv yang melaporkan langsung di kepolisian. Kamis (14/11/2024)
“Pembuatan film fiktif ini memang dari awal sudah di rencanakan dananya akan di korupsi.dari yang awalnya harusnya di LS malah di GU,”kata Abi Arbain dalam unggahan tiktok IWB
Lebih lanjut Abi Arbain mengatakan“Apa itu LS dan GU, LS itu mestinya dana pembuatan film itu harus melalui transaksi bank dari kas rekening daerah ke rekening Cv, kalau GU dananya atau uangnya di bayarkan dari bendahara Dinas ke rekanan, atau dana dari kas daerah masuk ke rekening bendahara Dinas,kemudian dibayarkan ke rekanan,”paparnya
Dirinya menambahkan“Oleh sebab itu mereka dari awal niatannya sudah mau korupsi Anggaran dana pembuatan Film yang berada di Dinas pariwisata makanya di GU, Waktu pembayaran dari bendahara dinas ke rekanan tidak ada dokumentasi, ini jelas-jelas Korupsi.maka Kalau bagian Hukum berani undang kami sangat bagus kami akan siapkan data-datanya.”terang Abi Arbain
“Cuma berani ta ??? bagian hukum memanggil tim IWB untuk buka bukaan bukti??,” Cetus Ketua IWB
Bahkan dalam ulasan tiktok IWB, Abi Arbain akan terus menerus membuat unggahan prihal film fiktif tersebut.
“IWB akan terus mengunggah beberapa dugaan kasus korupsi lainnya yang terjadi di dinas pariwisata banyuwangi sesuai dengan hasil investigasi yang kami dapatkan di lapangan,”ungkap abi Arbain Ketua IWB
Sementara melalui konfirmasi pesan singkat, Muhammad Yanuarto Bramuda yang di sebut-sebut Dalam Akun tiktok IWB menjadi Kepala dinas Kebudayaan dan pariwisata kala itu, dengan bijak memberikan tanggapan atas viral namanya di sebut terangan – terangan oleh pihak IWB
“Silakan ditanyakan yang membuat mas.. demokrasi siapa saja bisa berbicara apapun di republik ini njeh.. 🙏🙏🙏. Saya rasa cukup ya mas.. penjelasan bukan di media.. pembuktian benar dan tidak ada ranahnya sendiri jadi ngak perlu ada perdebatan di penjelasan media karena setiap orang boleh berpendapat apa saja. Kita hargai,” Kata Bramuda Sapaan akrab nya (Her)







