Surabaya – Komedian senior HM Djadi Galajapo kembali membuat gebrakan inspiratif. Dalam rangka memperingati ulang tahun pernikahannya yang ke-35 dengan sang istri, Meliana Prastianingsih (21 Oktober 1990 – 21 Oktober 2025), Djadi mendeklarasikan Gerakan Donor Organ Tubuh Setelah Meninggal Dunia. Acara ini berlangsung penuh kehangatan di Depot Pecel Bu Kus, Jalan Bharata Jaya XX, Surabaya, pada Senin (20/10).
“Setiap momen penting dalam kehidupan saya selalu saya tandai dengan gerakan yang bermakna dan bermanfaat bagi sesama,” ujar Djadi.
Sebagai sosok yang dikenal dengan sebutan Imam Besar Pelawak Indonesia, Djadi menilai bahwa pelawak juga harus mampu memberi teladan positif bagi masyarakat. Ia mengingat kembali momen ulang tahunnya ke-60 pada Maret 2024 lalu, di mana ia meluncurkan buku ke-8 berjudul “60 Fatwa Imam Besar Pelawak Indonesia.”
Selain itu, Djadi juga dikenal aktif dalam berbagai gerakan sosial yang telah ia inisiasi, seperti Gerakan Takut Dosa, Gerakan Artis Anti-Maksiat, Gerakan Aksi Kemanusiaan, Gerakan Donor Darah, dan Gerakan WARAS (Wani Bertindak Rasional), yang semuanya bertujuan menumbuhkan kesadaran sosial dan spiritual di kalangan masyarakat.
Deklarasi donor organ ini bukan sekadar simbolik. Terinspirasi dari sahabatnya, jurnalis Achmad Pramudito — yang sudah enam tahun menjadi donor mata bersama keluarga — Djadi langsung menghubungi Bank Mata RS Mata Undaan Surabaya untuk mendaftarkan diri bersama sang istri. Ia juga berencana mendaftar donor organ tubuh lain ke RSUD Dr. Soetomo dalam waktu dekat.
Djadi yang juga telah lama aktif sebagai pendonor darah, menegaskan bahwa keputusannya merupakan bentuk pengabdian terakhir kepada sesama.
“Tekad saya, hidup donor darah, mati donor organ tubuh. Hidup penuh bahagia, mati penuh keindahan,” ujarnya dengan senyum khas yang selalu mengiringi pesan-pesan kemanusiaannya.
(Redho)








