Musi Rawas – Dinas Kesehatan memiliki tugas utama menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan yang menjadi kewenangan daerah serta tugas pembantuan, meliputi perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan program kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengendalian penyakit, pelayanan kesehatan, hingga pengaturan sumber daya kesehatan. Semua itu bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program dan kegiatan terpadu di tingkat daerah.
Namun, pada Selasa (26/8/2025) sekitar pukul 09.30 WIB, awak media yang mencoba mengkonfirmasi pihak Dinas Kesehatan Musi Rawas kesulitan menemui pejabat atau pegawai berkompeten.
Meli, staf depan kantor Dinas Kesehatan, menyampaikan bahwa Kepala Dinas sedang berada di Jakarta sejak Jumat lalu dan belum kembali. Sementara sekretaris juga tidak ada di kantor, begitu pula pejabat bidang P2P, Renal, yang disebutkan sedang berada di luar. “Jadi tidak ada pejabat yang bisa ditemui, kalau mau ketemu harus buat janji dulu,” ungkap Meli.
Situasi ini menuai sorotan. Guntur, perwakilan masyarakat Musi Rawas, menyayangkan kondisi tersebut. “Sangat disayangkan jika awak media harus buat janji dulu baru bisa bertemu dengan pegawai Dinas Kesehatan. Terkesan ada batasan bagi media untuk menggali informasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi ini menunjukkan lemahnya sistem kerja. “Saya prihatin jika Dinas Kesehatan Musi Rawas hanya mengandalkan satu atau dua orang pegawai berkompeten. Jika mereka tidak masuk kantor, maka keperluan penting lain tidak bisa dikoordinasikan. Ini jelas tidak sehat untuk kinerja pelayanan publik,” tegasnya.
(Erwin)








