TULUNGAGUNG – Dalam rangka meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam setiap aspek kehidupan, KH. Imam Mawardi Ridwan mengusung konsep “Produktivitas = GESIT”. Dalam konsep ini, GESIT merupakan singkatan yang menggambarkan pendekatan holistik dalam pengembangan potensi diri dan komunitas. Rabu (18/09/2024)

Menurut Abah Imam, ada lima elemen penting yang menjadi pilar utama dalam konsep ini. Pertama, gerakkan potensi yang ada dalam diri setiap individu dan masyarakat. Setiap individu punya potensi maka potensi harus diberdayakan. Potensi yang dimiliki dioptimalkan agar mampu menciptakan hasil yang maksimal.
Kedua, efisiensi dalam penggunaan waktu, tenaga, dan sumber daya lainnya, atau yang beliau sebut dengan “bondo”. Ketepatan dan efisiensi sangat diperlukan agar setiap langkah yang diambil tidak sia-sia.
Ketiga, semangat untuk mengkomunikasikan ke berbagai pihak. Semangat dalam mengelola sumberdaya alam dan manusia. Semangat memproduksi dan memasarkan hasil. Semangat itu adalah selalu mengkomunikasi agar lancar dan efektif. Ini sebagai kunci penggerak perubahan dalam masyarakat.
Keempat adalah inovasi dalam dalam produksi atau pengembangan. Inovasi akan membawa tindakan yang membawa pembaruan dan kemajuan.
Yang kelima, beliau menekankan bahwa setiap individu harus memiliki kualitas yang terampil, tahan uji, telaten, terukur, dan terpercaya.
Lima nilai ini dianggap sebagai pondasi untuk mencapai produktivitas yang lebih tinggi dan keberhasilan dalam setiap bidang.
Dalam penyampaiannya, Abah Imam berharap konsep GESIT ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk meningkatkan produktivitas dan mencapai tujuan dengan lebih efektif. Dengan menggabungkan inovasi dan efisiensi, setiap individu dan kelompok diharapkan mampu mencapai potensi terbaiknya.
(tim)








