TULUNGAGUNG – terdapat sekolah dasar yang sangat asri, dipenuhi pohon rindang. SD tersebut punya halaman sangat luas. Dilengkapi masjid yang besar dan bagus. Lebih bagus lagi adalah mewujudkan generasi emas dengan menghasilkan penghafal Al Qur’an. Pada Senin (12/02/2024) terdapat sebelas murid ujian menghafal Al Qur’an sekali duduk. Ada yang 3, 4, 5 hingga 11 juz. Ini unik dan prestasi yang luar biasa karena murid SD Islam Al Azhaar Rejoagung Tulungagung tersebut tidak mondok.
Menurut Kepala SD Islam Al Azhaar Rejoagung Tulungagung, Tuti Haryati, M.Pdi bahwa SD Islam Al Azhaar Rejoagung Tulungagung menerapkan kurikulum merdeka belajar. Kurikulum yang memberi peluang murid dikembangkan menjadi penghafal Al Qur’an, maka team SD Islam Al Azhaar mewujudkan program SD penghafal Al Qur’an.
“Kurikulum merdeka yang diberikan oleh pemerintah dimanfaatkan oleh team management SD Islam Al Azhaar Rejoagung Tulungagung. Program unggulan adalah sekolah tahfidz, sekolah penghafal Al Qur’an. Untuk mewujudkan ini modal utama adalah kerja sama dengan para orang tua murid. Murid yang berhasil, rata-rata karena suport orang tua murid yang sangat bagus. Terkait kemampuan murid dapat ditingkatkan sepanjang ada dukungan para orang tua murid,” jelas Tuti.
Seperti apakah keunikan Kurikulum Merdeka di Al Azhaar Tulungagung, direktur Al Azhaar Tulungagung, KH Imam Mawardi Ridlwan memaparkan ada lima kekhasan yang dijadikan standart saat menerapkan kurikulum merdeka.
Pertama menerapkan kurikulum seratus persen materi dinas pendidikan diterapkan dan seratus persen materi agama (diniyah/pesantren) diterapkan. Apakah bisa? Dan bagaimana caranya. Perlu dibuat kegiatan sharing secara offline terkait konsep ini.
Kedua, menerapkan metode pembelajaran learning by doing, pembelajaran guru sebaya, praktikum dan presentasi.
Ketiga, mengajak peran serta para orang tua murid ikut andil dalam merancang program dan menjalankannya. Keterlibatan wali murid memberi dampak yang sangat bagus.
Keempat, ada pilihan program sesuai minat, bakat dan cita-cita murid.
Kelima, ada program belajar di masyarakat dengan pengabdian serta bakti sosial.
Direktur Al Azhaar menyampaikan bahwa setiap tahun SD Islam Al Azhaar dipenuhi masyarakat Kabupaten Tulungagung untuk menitipkan putra-putrinya agar dididik menjadi generasi sholih, berbakti kedua orang tua. Kemampuan yang dimiliki SD Islam Al Azhaar Tulungagung hanya menerima enam kelas saja. Jika sudah terpenuhi maka ditutup sewaktu-waktu
(Red)









