Jakarta (30/3) – Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperbaiki demokrasi dan membangun kembali semangat gotong royong. Ia menegaskan bahwa demokrasi Indonesia bukanlah demokrasi liberal, melainkan demokrasi yang berlandaskan musyawarah dan kebersamaan.
“Dalam demokrasi gotong royong, perselisihan diselesaikan secara konstruktif. Kebijakan pemerintah yang tidak diterima oleh oposisi seharusnya dirembuk bersama untuk menemukan solusi yang bisa diterima semua pihak,” ujar KH Chriswanto.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila mengedepankan semangat saling menghargai, menghormati, serta tepo seliro. Menurutnya, Idulfitri adalah waktu yang tepat untuk membersihkan hati dari rasa dengki dan dendam, karena kebencian hanya akan membawa kehancuran bagi bangsa.

KH Chriswanto juga mengingatkan dampak negatif dari ujaran kebencian, terutama di media sosial. “Indonesia dikenal sebagai negara dengan masyarakat yang ramah, tetapi di dunia maya justru banyak yang gemar mencaci. Demokrasi kita terasa panas dan gerah tanpa solusi, hanya ada kemarahan,” jelasnya.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai momen introspeksi dan saling memaafkan demi persatuan bangsa. “Gunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan, bukan untuk mencaci, memprovokasi, atau menebar kebencian,” pungkasnya.
(Redho)







