Jakarta — Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengajak seluruh elemen bangsa memanfaatkan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam sebagai refleksi untuk memperbaiki moralitas dan membangun kemajuan bangsa. Hal ini disampaikannya dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (26/6/2025).
Chriswanto mengingatkan, Tahun Baru Islam berakar dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, yang menjadi titik awal terbentuknya peradaban Islam yang lebih terorganisir. “Hijrah bukan hanya soal perpindahan tempat, tetapi juga perubahan cara berpikir, sikap, dan tindakan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menilai nilai-nilai hijrah relevan dalam kehidupan sosial, kemasyarakatan, dan kebangsaan, terutama dalam konteks kepemimpinan nasional yang terus berbenah untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang maju, adil, dan makmur. “Salah satu tujuan dakwah Islam adalah menegakkan keadilan, yang sejalan dengan sila Pancasila dan amanah Pembukaan UUD 1945,” jelasnya.
KH Chriswanto juga menyoroti pentingnya konsistensi bangsa dalam menjalankan Pancasila dan UUD 1945, sebagai wujud “hijrah” menuju bangsa yang besar. “Apa yang dimiliki tanah air kita sangat menunjang untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Kepemimpinan yang kuat akan membawa bangsa Indonesia sejajar dengan negara-negara maju,” tegasnya.
Menurutnya, Tahun Baru Islam perlu dijadikan momen refleksi oleh seluruh masyarakat dan pemimpin bangsa, khususnya umat Islam, untuk melakukan perbaikan di berbagai bidang, termasuk moralitas bangsa. “Cukup sudah kita melihat triliunan rupiah digelar sebagai barang bukti korupsi. Dengan memperbaiki moralitas, negara ini bisa bangkit dari jerat KKN dan sikap individualistis,” ujarnya.
Ia mengingatkan, bangsa Indonesia memiliki fondasi moral yang kuat, yakni persatuan, semangat gotong royong, dan kemampuan bekerja sama. Namun, Chriswanto menilai saat ini masyarakat lebih cenderung mengutamakan hak daripada kewajiban, sehingga melupakan pembangunan kesejahteraan bersama. “Sejarah bangsa kita terlupakan. Kita lebih senang makmur sendiri, padahal bangsa ini dibangun atas dasar kebersamaan,” tuturnya.
Chriswanto pun mengajak seluruh elemen bangsa mengikuti teladan hijrah Nabi Muhammad SAW, meninggalkan kebodohan menuju pencerahan. “Bangsa ini tidak boleh terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan dan kemunduran yang membuat kita menjadi objek penjajahan ekonomi negara lain. Dengan semangat hijrah, Indonesia harus lebih mandiri dan mengejar ketertinggalan di segala bidang,” pungkasnya.
(Redho)








