Surabaya – Pernyataan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang menyebut pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayahnya berasal dari luar kota menuai kritik tajam dari Ketua Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar.
Menurut Baihaki, pernyataan tersebut dinilai tidak bijak dan cenderung cuci tangan terhadap tanggung jawab atas keamanan di wilayah Surabaya.
“Kalau selalu menyalahkan pihak lain, lalu di mana fungsi deteksi dini dan pengawasan? Ini bentuk kegagalan dalam mengelola kota secara komprehensif,” tegas Baihaki.

Ia menilai, sebagai kota metropolitan yang terbuka, Surabaya seharusnya memiliki sistem keamanan yang adaptif terhadap mobilitas warga lintas daerah. Narasi menyalahkan pihak luar, lanjut Baihaki, justru memperkeruh situasi dan tidak menyelesaikan persoalan.
“Bukan mencari solusi, wali kota justru membangun narasi yang memecah belah. Seolah-olah penyebab kejahatan datang dari luar daerah,” ujarnya.
Baihaki mendesak Wali Kota Surabaya untuk berhenti membuat pernyataan yang kontraproduktif dan lebih fokus pada penanganan keamanan secara menyeluruh.
“Jangan biasakan menyalahkan pihak luar. Itu tidak mencerminkan kepemimpinan yang dewasa,” tutup Baihaki.
(Redho)








