ACEH TENGGARA — Segenap kepala desa bersama warga masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara menyuarakan harapan sekaligus mempertanyakan minimnya kunjungan Gubernur Aceh ke wilayah mereka. Hingga saat ini, masyarakat menilai belum pernah ada kehadiran langsung Gubernur Aceh untuk melihat kondisi riil Aceh Tenggara di lapangan.
Pertanyaan tersebut mencuat dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, perangkat desa, hingga warga di pelosok kecamatan. Mereka menyampaikan kegelisahan yang sama: mengapa Gubernur Aceh belum pernah datang ke Aceh Tenggara, sementara masyarakat sangat merindukan kehadiran pemimpin tertinggi di tingkat provinsi tersebut.
“Kami tidak menuntut hal yang berlebihan. Kami hanya ingin gubernur hadir, melihat langsung bagaimana kondisi infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan di Aceh Tenggara saat ini,” ujar salah satu kepala desa yang mewakili aspirasi warga, (14/12/2025)
Menurut masyarakat, kunjungan langsung Gubernur Aceh dinilai sangat penting agar pemerintah provinsi dapat memahami secara utuh tantangan yang dihadapi Aceh Tenggara, khususnya di daerah pedalaman yang masih membutuhkan perhatian serius dalam pembangunan.
Beberapa isu krusial yang disoroti warga antara lain kondisi jalan desa yang rusak, keterbatasan akses layanan kesehatan, minimnya dukungan terhadap sektor pertanian, serta peluang peningkatan ekonomi masyarakat yang belum optimal. Warga menilai, tanpa kehadiran langsung pimpinan daerah, berbagai persoalan tersebut sulit tersampaikan secara menyeluruh.
“Kami ingin gubernur mengetahui sendiri situasi dan kondisi Aceh Tenggara, bukan hanya melalui laporan di atas meja. Dengan turun langsung, kami yakin kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran,” ungkap tokoh masyarakat setempat.
Meski demikian, masyarakat Aceh Tenggara menegaskan bahwa aspirasi ini disampaikan secara santun dan penuh harapan, bukan sebagai bentuk penolakan atau kritik negatif. Mereka berharap adanya komunikasi dan perhatian yang lebih intens dari Pemerintah Aceh terhadap daerah yang berada di wilayah tenggara provinsi tersebut.
Warga dan kepala desa berharap, dalam waktu dekat, Gubernur Aceh dapat menjadwalkan kunjungan kerja ke Aceh Tenggara sebagai wujud komitmen pemerataan pembangunan dan kedekatan pemerintah dengan rakyat.
“Bagi kami, kehadiran gubernur bukan sekadar seremonial, tetapi simbol perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat Aceh Tenggara,” pungkas perwakilan warga.
(Red)








