SURABAYA – Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui percepatan hilirisasi komoditas strategis. Salah satunya sektor perkebunan tebu. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Hilirisasi Perkebunan Tebu di Jawa Timur yang dipimpin langsung Menteri Pertanian RI, bertempat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (23/12/2025).
Rakor strategis tersebut dihadiri berbagai unsur lintas sektor, termasuk Kasrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura, sebagai representasi dukungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terhadap agenda pembangunan pangan nasional.
Forum koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, pelaku industri, serta petani dalam mendorong peningkatan nilai tambah tebu dari hulu hingga hilir. Hilirisasi dinilai krusial guna mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan produktivitas industri gula nasional, sekaligus menyejahterakan petani tebu.
Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura menegaskan bahwa TNI AD siap berperan aktif mendukung keberhasilan program hilirisasi tebu. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan langsung kepada petani, pengamanan kegiatan produksi dan distribusi, serta sinergi berkelanjutan dengan kementerian dan instansi terkait.
“TNI AD berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah di sektor pangan, khususnya hilirisasi tebu, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas ekonomi daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rakor ini diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan mampu melahirkan langkah-langkah konkret dan terukur. Mulai dari penguatan industri pengolahan tebu, modernisasi sarana produksi, hingga pembukaan peluang pasar yang lebih luas bagi hasil olahan tebu.
Pemerintah menargetkan Jawa Timur sebagai salah satu motor penggerak industri gula nasional, mengingat besarnya potensi lahan, sumber daya manusia, serta infrastruktur pendukung yang dimiliki provinsi ini. Keberhasilan hilirisasi tebu diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan petani, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi regional.
Dengan sinergi lintas sektor yang solid, Rakor percepatan hilirisasi perkebunan tebu ini menjadi pijakan strategis menuju kemandirian pangan nasional yang berkelanjutan.
(Redaksi)








