Ganesha Abadi – Sedang viral seorang siswa memperlihatkan potongan semangka tipis seperti silet. Sangat tipis hingga mengundang tawa sekaligus ejekan teman-temannya di kelas. Penonton video pun berkomentar, “Digunakan untuk apa jatah dana MBG di dapur tersebut?”
Tulisan ini saya buat sebagai pengingat. Mas, Mbak Kasatpel SPPG, Anda yang diberi wewenang mengelola dana MBG, sebaiknya menyalurkan hak anak-anak Indonesia secara utuh. Dana tersebut harus dibelanjakan sepenuhnya agar kualitas dan kuantitas sajian MBG benar-benar layak, tidak boleh serba minim.
Kemarin sore, Jumat (29/8/2025), saya bersilaturahmi ke Mas Eko Setiawan, salah satu mitra BGN. Ia menegaskan bahwa dana untuk anak Indonesia tidak boleh dipotong. Dana jatah anak bukan untuk dibagi ke mitra atau yayasan.
“Berikan semaksimal mungkin. Dana itu adalah hak anak-anak kita,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, jatah dana MBG untuk balita, PAUD, TK, dan SD kelas kecil adalah Rp8.000 per anak, sedangkan SD kelas besar hingga SLTA sebesar Rp10.000. Itu bukan sekadar angka, melainkan standar yang harus menjelma menjadi gizi terbaik, asupan berkualitas, serta bukti nyata negara hadir untuk generasi bangsa.
“Kasatpel SPPG, jangan ragu. Belanjakan dana itu sepenuhnya untuk anak-anak. Jangan tergoda potongan-potongan tak jelas. Jangan kalah oleh mitra yang hanya tahu sewa, bukan pelayanan,” tambah Eko.
Dalam program BGN, para mitra atau yayasan sudah memiliki jatah dana sendiri. Mereka dibayar untuk sewa, bukan untuk mengambil bagian dari hak anak. SOP BGN sudah jelas, tinggal dijalankan dengan tegak lurus tanpa kompromi.
Saya memahami adanya kasus di lapangan. Kadang ada tekanan dari mitra atau yayasan. Namun ingat, anak-anak sedang menanti asupan gizi terbaik melalui MBG. Mereka hanya punya harapan, dan harapan itu ada di tangan Kasatpel SPPG.
“Jangan biarkan jatah anak Indonesia dikurangi demi kenyamanan mitra,” tegas Eko lagi.
Mas, Mbak Kasatpel SPPG, amanah Anda jangan dikaburkan oleh lobi atau kepentingan pihak lain. Tujuan utama adalah memastikan anak-anak sehat, cerdas, dan tumbuh dengan gizi terbaik.
Saran saya, tetap berpegang pada idealisme. Jika ada protes, dengarkan yang baik, tapi jangan mudah diikuti. Tugas Anda membangun generasi bangsa. Hanya idealisme yang mampu mewujudkan. Kompromi yang dibungkus rapi justru akan merugikan negara, dan itu adalah bentuk korupsi.
Menurut saya, Mas dan Mbak Kasatpel SPPG adalah penjaga gerbang masa depan generasi Indonesia emas. Tegas itu baik. Belanjakan dana MBG dengan niat terbaik, sepenuhnya untuk anak-anak Indonesia.
(Red)







