Kondisi ini semakin memperkuat dugaan kuat adanya bisnis yang berjalan serampangan dan tidak bermoral. Pihak yang memasang seolah bebas memakai fasilitas umum milik negara semau mereka, tanpa tanggung jawab, tanpa standar keselamatan, dan hanya mementingkan keuntungan pribadi semata.
Kabel yang kusut masai, bersilangan, dan menjuntai rendah itu bukan sekadar merusak pemandangan. Ini adalah bom waktu yang setiap saat bisa meledak: berisiko menyetrum warga, menyebabkan kebakaran, menyangkut kendaraan yang lewat, hingga mengganggu pasokan listrik seluruh lingkungan. Warga merasa tidak nyaman, takut, dan merasa hak keselamatannya diabaikan demi kepentingan segelintir pihak.
“Kelihatannya jelas sekali, mereka cuma numpang tiang listrik tanpa aturan. Bisnis jalan, tapi keamanan kami yang jadi taruhan. Ini benar-benar tidak bertanggung jawab,” tegas salah satu warga yang resah.
Warga menuntut Dinas Kominfo, PLN, dan instansi terkait bertindak tegas sekarang juga. Segera turun ke lapangan, cek izin setiap penyedia layanan, dan cabut paksa kabel-kabel yang dipasang liar serta tidak memenuhi syarat. Jangan sampai kelalaian ini berujung pada musibah yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi dari pihak-pihak yang diduga terlibat maupun instansi pembina terkait. Redaksi akan terus memantau perkembangan penertiban ini.
(Yadi)
SUMENEP, 10 AGUSTUS 2026 – Kekacauan kabel yang menjamur di lingkungan Perumahan Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, kini terkuak fakta yang lebih mencengangkan. Pantauan awak media memperlihatkan ratusan kabel yang diduga milik penyedia layanan internet atau WiFi itu hanya sekadar ditumpangkan sembarangan di tiang listrik, tanpa izin resmi, tanpa perencanaan, dan tanpa mempedulikan keselamatan umum.




