Tulungagung – Sejak sore Desa Kedungwaru Tulungagung diguyur hujan deras. Menjelang maghrib hujannya berhenti sebentar dan bakda magrib turun lagi. Dalam suasana yang dingin para keluarga besar Pesantren Al Azhaar Tulungagung tetep memenuhi hall utama Pesantren Al Azhaar pada Sabtu, 13 Syawal 1446 H yang bertepatan dengan 12 April 2025 penuh sesak. Seribu keluarga besar Pesantren Al Azhaar Tulungagung berkumpul untuk berhalal bi halal, dan sekaligus menggelar haul Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani serta bersholawat bersama Munsyid Internasional, KH. Nashir Mansur dari Jakarta. Kegiatan yang saget berkah dihadiri oleh KH. Baidlowi, Bupati & Wakil Bupati Kabupaten Tulungagung, Camat Kedungwaru, Danramil Kedungwaru, Polsek Kedungwaru, Kemenag Kabupaten Tulungagung, KH. Makmun, KH Gufron, KH. Luqman, Kades Kedungwaru, dan Advokat Pujihandi.
Bupati Tulungagung, Gatot Sunu dalam sambutannya menyampaikan pesan untuk menjaga persatuan. Pemerintah Kabupaten Tulungagung tidak hanya konsentrasi pada pembangunan fisik. Tetapi akan mementingkan pembangunan generasi. Karena itu pemerintah meminta do’a restu.
“Atas nama pribadi dan pemerintah kami mohon maaf di suasana iedul fitri ini,” tutur Gatot

Munsyid Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani, KH. Nashir Mansur Idris di sela-sela sambutan menuturkan kemuliaan nasab Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani dan manhaj tarbiyahnya.
Sementara itu Pengasuh Pesantren Al Azhaar Tulungagung menuturkan keluarga besar Al Azhaar dapat kompak saling memaafkan di bulan Syawal 1446 H. Semua kekhilafan baik disengaja atau tidak dimintakan maaf agar tidak menjadi beban di akhirat. Saling berjabat tangan berarti bersinergi untuk membangun generasi Indonesia yang sholih. Pesantren Al Azhaar Tulungagung berharap bupati dan wakil bupati Kabupaten Tulungagung lebih fokus membangun generasi emas Indonesia. Libatkan pondok pesantren dalam membangun generasi sholih dan cerdas.
“Suasana iedul fitri untuk saking memaafkan,” tutur Abah Imam.
(Red)







