Lubuklinggau, Sumatera Selatan – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuk Linggau bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar rilis berita resmi statistik di Command Center Pemkot Lubuk Linggau, Jumat (1/8/2025). Acara ini dihadiri oleh Plt Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, H Heri Zulianta, mewakili Wakil Wali Kota H Rustam Effendi.
Dalam sambutannya, Heri Zulianta menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara Pemkot dan BPS untuk menyampaikan data resmi kepada masyarakat. Ke depan, data yang dirilis akan mencakup pertumbuhan ekonomi, IPM, ketenagakerjaan, dan indikator strategis lainnya sepanjang 2025.
“Data ini penting sebagai dasar perencanaan dan kebijakan, terutama untuk pengendalian inflasi dan pengembangan sektor ekonomi,” ujarnya.
Berdasarkan data BPS, inflasi bulanan (month-to-month) pada Juli 2025 tercatat sebesar 0,21 persen. Inflasi tahunan (year-on-year) mencapai 2,61 persen, dan inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 2,05 persen. Capaian ini menjadikan inflasi Juli sebagai yang ketiga tertinggi sepanjang tahun, setelah puncaknya pada Maret 2025 sebesar 1,41 persen.
Inflasi dipicu oleh kenaikan harga bahan makanan, biaya pendidikan, harga BBM, sewa rumah, dan upah asisten rumah tangga. Lima komoditas penyumbang utama inflasi bulan Juli adalah bawang merah, tomat, daging ayam ras, buku tulis, dan seragam sekolah.
Selain itu, penyesuaian harga BBM non-subsidi sejak 1 Juli turut berdampak pada distribusi barang. Harga Dexlite naik dari Rp13.020 menjadi Rp13.610, Pertamina Dex dari Rp13.500 menjadi Rp13.950, Pertamax dari Rp12.400 menjadi Rp12.800, dan Pertamax Turbo dari Rp13.350 menjadi Rp13.800.
Akibatnya, distribusi komoditas hortikultura seperti bawang merah dan tomat ikut terdampak, terutama karena produksi menurun dan biaya logistik meningkat.
Di sektor pariwisata, meskipun beberapa event besar digelar pada Juni 2025, peningkatan tingkat hunian hotel masih rendah. Hotel bintang hanya naik menjadi 29,54 persen (naik 0,43 poin dari Mei), sedangkan hotel non-bintang naik menjadi 17,70 persen.
Untuk itu, Pemkot Lubuk Linggau menyiapkan strategi penguatan pariwisata melalui sinergi antara Dinas Pariwisata dan Asosiasi Perhotelan, pengembangan event skala besar, serta promosi digital.
“Kami akan mengintegrasikan promosi wisata dengan paket akomodasi, tiket event, dan atraksi untuk menarik wisatawan lebih lama,” jelas Heri.
Sementara itu, sektor transportasi udara menunjukkan tren positif. Meski jumlah penerbangan menurun, jumlah penumpang naik 6,98 persen secara bulanan dan 3,56 persen secara tahunan. Secara kumulatif, dari Juni 2023 hingga Juni 2025, jumlah penumpang meningkat 14,55 persen. Kenaikan ini dipengaruhi oleh libur hari raya, ibadah haji, cuti bersama, dan libur sekolah.
Pemkot menilai inflasi yang terkendali di tengah tekanan ekonomi merupakan hasil kerja keras OPD terkait. Kegiatan rilis statistik juga dinilai sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi informasi publik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPS Lubuk Linggau Uray Naviandi, Kepala Bappedalitbang H Emra Endi Kesuma, Sekretaris Diskominfotiksan Misno, dan pejabat lainnya.
(Erwin)








