Pekanbaru, 25 Mei 2025 — Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Pekanbaru berhasil menggelar pelantikan pengurus baru periode 2025–2026 dengan lancar dan khidmat. Acara berlangsung di Aula Bawaslu Provinsi Riau dan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat Mandailing Natal serta pejabat setempat.
Di antaranya hadir Bapak M. Yasir RE Pulungan Gelar Sutan Paruhum selaku pembina IMA Madina Pekanbaru, Bapak H. Ali Hamzah Nasution sebagai penasehat, Ketua KPU Provinsi Riau Bapak Rusidi Rusdan Lubis S.H., S.Ag., M.Pd.I, Komisioner Bawaslu Provinsi Riau Bapak Indra Khalid Nasution, S.H., MH, dan perwakilan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Hj. Febriwartati M.Pd sebagai Kasi Kurikulum.
Selain itu, turut hadir perwakilan organisasi kemahasiswaan seperti Hima Paluta, BEM IAILE, Imamika, Ketua Kamin, Gerakan Aktivis Riau (GAS), Ketua Hipemarohi beserta jajaran, Ketua Jaga Riau, dan lainnya.
Pelantikan ini menjadi momen penting dalam regenerasi kepemimpinan di IMA Madina Pekanbaru, organisasi yang menaungi mahasiswa asal Kabupaten Mandailing Natal yang menempuh pendidikan di Provinsi Riau, khususnya di Pekanbaru. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Demisioner, Bapak H.M. Ali Hamzah Nasution M. Suaib Pulungan, serta disaksikan oleh kader, anggota, dan tamu undangan.

Ketua Umum terpilih, Gusti Pardamean Nasution, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan harapan besar untuk membawa IMA Madina menjadi organisasi yang lebih aktif, solid, dan bermanfaat bagi mahasiswa maupun daerah asal.
“Kami berkomitmen menjadikan IMA Madina sebagai wadah pengembangan potensi, mempererat tali persaudaraan, serta berperan aktif dalam kegiatan sosial dan intelektual di Pekanbaru,” ujar Gusti.
Acara pelantikan juga dimeriahkan dengan orasi kebangsaan, penampilan seni budaya Tor Tor Mandailing, serta diskusi interaktif bertema “Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Memajukan Budaya di Era Globalisasi.”
Dengan pelantikan ini, diharapkan IMA Madina Pekanbaru semakin solid dan mampu menjadi motor penggerak semangat intelektual, sosial, dan budaya di kalangan mahasiswa Mandailing Natal perantauan.
(Magrifatulloh)







