Banda Aceh — Upaya cepat tanggap Polri kembali diperkuat dengan pengerahan satu unit helikopter untuk misi kemanusiaan di Aceh dan Sumatera Utara. Direktorat Polisi Udara (Ditpoludara) Baharkam Polri melalui Subdirektorat Patroli Udara pada hari ini secara resmi memberangkatkan Helikopter AW169 dengan registrasi P-3303 dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh (BTJ), untuk mengirimkan bantuan logistik ke wilayah yang masih terisolasi akibat bencana banjir.
Pengiriman bantuan melalui jalur udara menjadi pilihan strategis mengingat banyak akses darat yang rusak dan belum dapat dilalui. Penerbangan menuju Takengon membawa total 358 kilogram logistik esensial, terdiri dari 250 kg beras, 60 kg mi instan, dan 48 kg minyak goreng. Seluruh proses persiapan mesin dimulai pukul 10.45 WIB, dan helikopter P-3303 lepas landas pada pukul 10.50 WIB menuju wilayah terdampak di dataran tinggi Aceh Tengah.
Misi kemanusiaan ini dijalankan oleh kru terbaik Ditpoludara, yakni AKP Syaban, Iptu Rexy, Aipda Rudi Nurmaludin, dan Aipda Rian Prabowo. Mereka turut didukung oleh tim darat yang bertugas sebagai duty pilot dan teknisi, yaitu Ipda Agung Wicak, Briptu Jaladri, dan Briptu Wirya. Selain kru penerbangan, helikopter juga membawa tiga personel tambahan: satu anggota Roops Polda Aceh, satu anggota Brimob Polda Aceh, serta satu anggota Divhumas Mabes Polri.
Setibanya di Takengon, bantuan ini akan langsung dialirkan kepada warga yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses pangan akibat putusnya jalur transportasi.
AKP Syaban menegaskan komitmen Polri dalam mempercepat pemulihan wilayah bencana.
“Polri berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh dalam penanganan bencana. Pengiriman logistik melalui jalur udara ini adalah salah satu cara kami memastikan bantuan sampai ke tangan korban secepat mungkin, terutama di wilayah yang sulit diakses,” ujarnya.
Dengan penguatan operasi udara ini, Polri memastikan setiap bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak secara cepat, tepat, dan aman — sejalan dengan misi kemanusiaan yang terus digalakkan di seluruh wilayah yang masih terisolasi.
(Red)







