TULUNGAGUNG, -.Dalam rangka memperkenalkan ibadah haji kepada generasi usia emas, Pesantren Al Azhaar Tulungagung menanamkan ibadah haji dengan pola ‘learning by doing’. Pembelajaran ibadah dengan praktikum telah dilaksanakan Pesantren Al Azhaar sejak tahun 2002. Menyongsong ibadah haji tahun 1445 H atau 2024 M, Pesantren Al Azhaar Tulungagung akan menggelar ibadah haji usia emas Sabtu, 15 Juni 2024 di halaman Pesantren Al Azhaar. Kegiatan yang menyenangkan tersebut akan diikuti 1250 murid baik dari jenjang PAUD, TK, SD dan SMP.
Para murid akan mengenakan pakaian ihram putih. Mereka diajak untuk mempraktekkan rukun dan manasik haji melalui simulasi yang diselenggarakan di halaman Pesantren Al Azhaar Tulungagung.
Pengasuh Pesantren Al Azhaar Tulungagung, Abah Yai Imam dalam keterangan tertulis menjelaskan bahwa ‘learning by doing’ ibadah haji sebagai bentuk pembelajaran menyenangkan dan aplikatif.
“Manasik haji murid Al Azhaar tidak hanya memberikan pengetahuan tentang ibadah haji, tetapi juga bertujuan untuk membentuk karakter anak dengan nilai-nilai keislaman yang kuat. Mereka diajak praktek langsung sebagaimana ibadah haji beneran tetapi semua dilaksanakan di halaman pesantren. Di hall utama dipasang replika ka’bah. Start Arofah di lapangan sepak bola SMA Katolik Tulungagung yang ada di utara RSUD dr. Ishaq,” tulisnya.
Pengasuh pesantren dalam siaran tertulis berharap melalui manasik haji, para murid dapat memahami pentingnya ibadah haji sejak dini dan membawa nilai-nilai yang mereka pelajari ke dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua murid juga diperkenankan untuk gabung.
Setiap tahun manasik haji cilik ini mendapat sambutan baik dan dukungan dari orang tua dan masyarakat. Mereka mengapresiasi upaya Pesantren Al Azhaar dalam memberikan edukasi agama yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak. Pola pembelajaran praktek langsung memberi dampak pada penanaman ibadah sehingga membentuk karakter murid.
Petugas pembimbing adalah para guru masing-masing jenjang. Khutbah Arofah akan dibawakan oleh pengasuh pesantren, KH. Imam Mawardi Ridlwan.
Ketua panitia manasik haji Al Azhaar, Fikri Ardiansyah, M.Pd menjelaskan via WA bahwa tujuan utama kegiatan penuh berkah tersebut adalah menanamkan rukun Islam kelima pada para murid. Mereka yang orang tua berkemampuan membiayai menunaikan rukun Islam kelima diharapkan segera mendaftarkan generasi emasnya jika persyaratan usia sudah diterima Kemenag.
“Ibadah haji sebagai puncak rukun Islam maka harus ditanamkan pada jiwa murid. Mereka harus menguasainya. Manasik haji merupakan pembelajaran ibadah haji terefektif karena langsung praktikum. Para murid tidak hanya menghafal materi haji tetapi menjalankan langsung. Semoga mereka segara didaftarkan para orang tuanya,” ujarnya
(Red)











