BANYUWANGI – Festival Kebangsaan 2025 kembali menggemakan semangat persatuan di tengah keberagaman Banyuwangi. Gelaran yang berlangsung Sabtu malam, 22 November 2025, di Gesibu Blambangan itu menjadi panggung kolaborasi budaya, kreativitas generasi muda, dan komitmen kebangsaan dengan tema besar “Bangga Berbeda, Bersatu Berkarya Dengan Kreativitas dan Budaya Menuju Indonesia Maju.”
Dipimpin langsung oleh Kepala Kesbangpol Banyuwangi, Drs. R. Agus Mulyono, M.Si., festival ini menghadirkan ribuan penonton dan menjadi ruang ekspresi budaya yang inklusif. Tidak hanya sebuah hiburan, acara ini ditegaskan sebagai momentum memperkuat harmoni sosial di Bumi Blambangan.
Dihadiri Tokoh Strategis dan 250 Peserta dari Berbagai Elemen
Sejumlah pejabat dan tokoh daerah hadir, di antaranya:
- Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. Mujiono, M.Si.
- Kasat Pam Obvit Polresta Banyuwangi, Kompol Agustinus Roby Hartanto
- Kapten Czi Sahar Susanto mewakili Dandim 0825 Banyuwangi
Hadir pula seniman, tokoh adat, pelajar, pemuda lintas etnis, hingga purnawirawan TNI–Polri. Total sekitar 250 peserta terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan, menegaskan bahwa Festival Kebangsaan adalah wadah bersama tanpa sekat sosial maupun budaya.
Trilogi Aktivitas Pemuda Jadi Magnet Utama
Acara dibuka dengan panggung musikal yang menampilkan band-band lokal seperti D’Elaeis, Spensaband, Spensa Glory, dan Aletheiart, diikuti atraksi budaya etnis Tionghoa, lantunan shalawat, serta opening dance Tanduk Majeng khas Madura.
Sorotan utama tertuju pada Trilogi Aktivitas Pemuda, yakni:
- Lomba Band Kebangsaan
- Lomba Video Kebangsaan
- Kolaborasi Tari Nusantara
Ketiga program ini diposisikan sebagai simbol kekuatan pemuda dalam merawat identitas bangsa melalui karya.
Wabup Banyuwangi: Festival Ini Benteng Harmoni
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banyuwangi memberikan apresiasi penuh atas partisipasi masyarakat dan menyebut Festival Kebangsaan sebagai “benteng harmoni” yang menjaga Banyuwangi tetap rukun, aman, dan kondusif di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.
Kolaborasi Nusantara Jadi Penutup Spektakuler
Malam puncak ditandai dengan pengumuman pemenang lomba, pertunjukan drama tari Nusantara, serta kolaborasi budaya dari berbagai suku—termasuk Mandar, Jawa, dan Madura. Sorotan akhir ini sekaligus menegaskan bahwa perbedaan bukan pemisah, melainkan kekuatan yang menyatukan Banyuwangi.
Aman, Tertib, dan Penuh Sukacita
Seluruh rangkaian acara berjalan aman dan tertib. Semangat persatuan yang mengalir dari panggung Gesibu Blambangan menjadi bukti nyata bahwa Banyuwangi adalah rumah keberagaman yang hidup, bergerak, dan berkarya menuju Indonesia Maju.
(Red)







