Ganesha Abadi – Banjir besar yang melanda wilayah Jakarta, Bekasi, dan Depok dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan kerugian hingga puluhan triliun rupiah. Intensitas hujan yang tinggi sejak 1 hingga 4 Maret 2025, terutama di wilayah Bogor, memperlihatkan bahwa proyek-proyek pengendalian banjir yang telah menghabiskan anggaran ratusan miliar rupiah masih belum mampu memberikan solusi efektif.
Guru besar hukum internasional sekaligus pemerhati masalah sosial, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH, menyoroti kegagalan Bendungan Ciawi dalam mengatasi luapan Sungai Ciliwung. Ia menilai bahwa proyek ini terkesan asal jadi dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya dalam mengendalikan debit air saat hujan deras.
“Negara harus hadir dalam kasus Bendungan Ciawi. Sudah terbukti tidak mampu mengatasi banjir, tetapi anggaran yang dikeluarkan mencapai ratusan miliar rupiah. Ini merugikan negara sekaligus masyarakat yang terdampak secara luar biasa,” ujar Prof. Sutan Nasomal.
Ia pun menghimbau Presiden RI, Jenderal H. Prabowo Subianto, untuk segera mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan permasalahan ini. Salah satu solusi yang diusulkan adalah melibatkan tim ahli bendungan dari Belanda untuk melakukan perbaikan agar tidak terjadi kegagalan fungsi di masa mendatang.
Banjir kali ini, yang mencapai ketinggian hingga 4 meter di beberapa lokasi, menjadi bukti bahwa infrastruktur pengendalian banjir masih jauh dari optimal. Oleh karena itu, Prof. Sutan menekankan perlunya langkah konkret untuk meningkatkan ketahanan banjir, termasuk:
1. Pembangunan Bendungan Berkualitas
Bendungan harus mampu menampung jutaan liter air untuk mengantisipasi lonjakan debit sungai saat musim hujan.
2. Optimalisasi Situ dan Danau Buatan
Penampungan air alami maupun buatan di sepanjang aliran sungai harus diperbanyak untuk mengurangi tekanan pada sungai utama.
3. Pintu Air yang Lebih Efektif
Mekanisme pengaturan arus air dari hulu ke hilir harus diperbaiki agar dapat meredam laju banjir dengan lebih baik.
4. Pembangunan Sungai Baru
Sungai tambahan dapat membantu mengurangi beban sungai lama yang kapasitasnya terbatas, sekaligus menjadi sumber air bersih bagi masyarakat.
Selain itu, Prof. Sutan juga mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengevaluasi alokasi anggaran pembangunan Bendungan Ciawi guna memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya.
“Indonesia sebagai negara tropis harus lebih siap menghadapi musim hujan. Semua proyek pengendalian banjir harus direncanakan dengan matang, bukan sekadar proyek asal jadi yang berujung pada kerugian besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Source: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH.
(Red)







