Medan – Dinamika internal organisasi sayap Partai Golkar, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Sumatra Utara, memanas. Hal ini dipicu klaim sepihak bahwa MKGR Sumut solid mendukung Musa Rajekshah (Ijeck) sebagai calon Ketua DPD Golkar Sumut.
Namun, fakta terbaru justru menunjukkan sebaliknya. Beredar tangkapan layar percakapan internal yang menyiratkan bahwa dukungan kepada Ijeck hanya disampaikan oleh Sekretaris MKGR Sumut tanpa keputusan bersama dengan unsur pimpinan lainnya. Hal ini memunculkan tanda tanya besar soal soliditas dukungan.
Salah satu komunikasi internal bahkan mengindikasikan bahwa pimpinan MKGR Sumut justru cenderung mendukung sosok lain, yakni Hendriyanto Sitorus (HYS). Sebuah pesan menyebut “beliau juga di barisan kita”, yang diyakini merujuk pada salah satu pimpinan MKGR Sumut.
Menanggapi situasi ini, pimpinan tersebut memilih meredam gejolak. “Biarkan saja… berbagai opini, persepsi, dan dinamika,” tulisnya dalam pesan yang tersebar. Sikap tenang ini dinilai publik sebagai strategi menunggu momentum politik yang tepat.
Sementara itu, Hendriyanto Sitorus tampak memilih jalur senyap. Meski belum menunjukkan manuver terbuka, HYS aktif melakukan komunikasi personal dan pendekatan ke sejumlah ormas pendiri Partai Golkar. Upaya ini mulai membuahkan hasil, seiring meningkatnya dukungan akar rumput.
Dengan Musda Golkar Sumut yang direncanakan berlangsung hingga akhir 2025, peta kekuatan politik masih cair. Namun, satu hal mulai tampak: arus bawah bergerak, dan nama Hendriyanto Sitorus kian diperbincangkan sebagai calon kuat.
Apakah benar MKGR Sumut terbelah soal arah dukungan? Atau justru sinyal dari salah satu pimpinan menunjukkan bahwa arah dukungan sebenarnya mulai bergeser? Waktu yang akan menjawab.
(Tim)







