Jakarta – Sidang Paripurna DPR RI dalam rangka memperingati 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat dengan diawali doa lintas agama. Doa dalam tradisi Islam dipimpin oleh Dr. H. Mufti Ayimah Nurul Anam.
Dalam doanya, beliau mengawali dengan puji syukur kepada Allah SWT serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebelum menyampaikan doa kebangsaan yang penuh makna. Doa tersebut mengingatkan kembali jasa para pahlawan yang telah berkorban tanpa pamrih serta mengajak para pemimpin bangsa untuk meneladani ketulusan mereka.
“Ya Allah, betapa jauhnya kami dari ketulusan para pejuang. Kami bicara soal rakyat tapi kadang abai mendengarnya. Kami lantang berteriak keadilan tapi gamang menegakkannya. Ampuni kami yang lebih gemar saling menyalahkan, padahal bangsa butuh kami saling menguatkan,” ucapnya.
Doa juga dipanjatkan khusus untuk Presiden Prabowo Subianto agar diberi kesehatan, keteguhan, dan kelembutan hati dalam memimpin Indonesia. Selain itu, doa ditujukan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani beserta jajaran pimpinan DPR agar senantiasa menjaga kehormatan lembaga dan menjadi rumah bagi harapan rakyat.
Tak lupa, doa tersebut mengingatkan bahwa jabatan dan kekuasaan hanyalah sementara, sementara keadilan dan amal baiklah yang akan abadi.
Acara ditutup dengan salam penutup yang diikuti para hadirin dengan penuh khidmat.
(Red)








